Syaifullah Tamliha Untuk DPR yang Bermartabat

Syaifullah Tamliha Untuk DPR yang Bermartabat
Jakarta, Obsessionnews.com - Sejak kecil Syaifullah Tamliha berobsesi menjadi politikus, karena ia ingin berbuat banyak untuk memajukan negeri ini. Keinginannya terjun di pentas politik terinspirasi dari kiprah tokoh Nahdlatul Ulama yang juga mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan mantan Ketua DPR/MPR almarhum KH Idham Chalid, yang sama-sama berasal dari Kalimantan Selatan (Kalsel) dan teman sekolah kakek Syaifullah di Normal Islam Amuntai. [caption id="attachment_158153" align="alignnone" width="640"]Syaifullah Tamliha menghadiri acara Halawoah Kebangsaan Ulama dan Pengukuhan Laskar Anti Narkoba Muslimat NU se-Kalimantan Selatan di Martapura, September 2016. Syaifullah Tamliha menghadiri acara Halawoah Kebangsaan Ulama dan Pengukuhan Laskar Anti Narkoba Muslimat NU se-Kalimantan Selatan di Martapura, September 2016.[/caption] Melalui perjuangan yang keras Syaifullah melalui kendaraan PPP berhasil menjadi anggota DPRD Kalsel periode 2004-2009. Selanjutnya pada Pemilu 2009 dia dicalonkan menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Kalsel I. Saat itu Syaifullah berhasil melenggang ke Senayan, sebutan populer untuk gedung DPR/MPR yang berlokasi di kawasan Senayan, Jakarta. Prestasi cemerlang kembali diukirnya pada Pemilu 2014. Syaifullah untuk kedua kalinya terpilih menjadi anggota DPR dari dapil yang sama untuk periode 2014-2019. Prestasinya ini patut diacungi jempol, karena bukan hal mudah menjadi anggota DPR dua periode secara beruntun. “Saya mengagumi KH Idham Chalid. Dia banyak memberi inspirasi kepada saya,” kata Syaifullah kepada Men’s Obsession di kantornya, Senin (10/10/2016). Pada periode pertama di DPR Syaifullah berhasil memperjuangkan ketersediaan listrik di Kalsel Sebelumnya daerah tersebut kekurangan pasokan listrik. Hal ini tentu sangat ironis, karena Kalsel kaya batu bara, salah satu sumber energi. Batu bara tersebut banyak dikirim ke Jawa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Diiringi semangat yang tinggi dan tanpa kenal lelah Syaifullah berhasil memperjuangkan berdirinya beberapa PLTU di Kalsel. “Alhamdulillah, Kalsel sekarang ketersediaan listrik sudah jauh lebih baik,” ujarnya sambil tersenyum. Selain itu Syaifullah juga berandil dalam pembangunan jalan di Kalsel. Semula banyak jalan nasional yang rusak, lalu ia perjuangkan untuk diperbaiki. [caption id="attachment_158158" align="alignnone" width="640"]Aktif mengunjungi konstituen. Aktif mengunjungi konstituen.[/caption] Syaifullah Tamliha Untuk DPR yang Bermartabat Di periode keduanya Syaifullah semakin terpacu untuk meningkatkan kinerjanya. Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) ini berobsesikan menjadikan DPR sebagai lembaga yang bermartabat, berwibawa, dan gigih memperjuangkan aspirasi rakyat. Ia mengaku selama ini para anggota DPR telah bekerja optimal dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Salah satu terobosannya selaku pimpinan BKSAP adalah mendisiplinkan para anggota DPR.  Wakil rakyat yang akan tugas ke luar negeri wajib membuat Term of Reference (TOR) dan memberikan laporan pertanggungjawabannya. Ketika ditanya apa kiatnya terpiliih menjadi anggota DPR dua periode, Syaifullah  mengungkapkan kiatnya adalah ia rajin mengunjungi konstituennya. “Saya sering mengunjungi masyarakat di daerah pemilihan saya, bukan hanya di masa reses  saja, bukan hanya menjelang pemilu saja,” kata anggota Komisi I DPR ini. Wakil rakyat yang juga pengusaha yang bergerak dalam bidang minyak dan gas ini dilahirkan di Lampihong, Balangan, Kalimantan Selatan, 18 Mei 1969. Ia meraih gelar S1 Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Perikanan, Universitas Lambung Mangkurat tahun 1995. Selanjutnya menggondol titel S2 Program Studi Pengelolaan SDA dan Lingkungan, Universitas Lambung Mangkurat. Ia gemar berorganisasi.  Ketika duduk di perguruan tinggi Syaifullah bergabung di beberapa organisasi kepemudaan. Dia pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa di Universitas Lambung Mangkurat (1990-1993), Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah dari GP Ansor Kalimantan Selatan (1989-1994), anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalsel (1991-1993) dan Ketua Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) (1994-1997). Berbekal pengalaman aktif di beberapa oganisasi kepemudaan itulah ia kemudian bergabung dengan PPP pada 2003. Ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Kalsel satu periode dan Sekertaris DPW PP Kalsel satu periode. Karena memiliki jaringan pergaulan yang luas ia sukses membesarkan PPP di Kalsel. Selanjutnya kariernya terus menanjak menjadi Wakil Sekjen DPP PPP, hingga saat ini ia menduduki jabatan Ketua DPP PPP. Syaifullah menikah dengan dengan Hj. Patmah, S.P. Pernikahan mereka membuahkan tiga anak, yakni Azizah, M. Ibrahim Subhi, dan Ahmad Fudhoil.  Meski sibuk menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, Syaifullah selalu berusaha menyisihkan waktu untuk keluarga. Dalam mendidik anak, ia bersikap demokratis. Ia memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk memilih apa yang mereka suka sehingga anaknya bisa mandiri dikemudian hari. Meski telah menjadi anggota DPR, Syaifullah tetap menganut pola hidup sederhana. Soal makan, misalnya, ia masih senang makan di warung yang murah meriah. Ia doyan menyantap sate. (Arif RH)Artikel  ini dalam versi cetak telah diterbitkan di Majalah Men’s Obsession edisi Oktober 2016 dalam rangka memperingati Hari Parlemen Indonesia tanggal 16 Oktober.