Tenis Meja Peparnas Terapkan Aturan Internasional

Bandung, Obsessionnews.com - Pertandingan cabang olahraga (cabor) tenis meja pada Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 Jabar digelar sesuai aturan internasional. Demikian disampaikan bagian tekni cabor tenis meja kontingen Jabar Rima Ferdianto "Standar di Peparnas XV jauh lebih baik dibanding pertandingan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX, karena sarana pertandingan tenis meja untuk Peparnas XV ini sudah sangat mendukung dan sesuai standar internasional," kata Rima. Menurutnya sisi pencahayaan sudah sangat bagus dan sudah diukur. Menurut Rima yang ditemui di Garden Permata Hotel, Jalan Lemahneundeut No 7, Setrasari, Kota Bandung, Minggu (16/10/2016) menyebutkan cabor tenis meja Peparnas lebih baik dibanding saat PON, diantaranya kesiapan lapangan pertandingan yang jumlahnya sama dengan lapangan pemanasan. Dengan begitu sesuai dengan aturan pertandingan di tingkat internasional. "Bahkan untuk mengecek bet atau pemukul, kami menggunakan teknologi terbaru yang namanya miniray dan harganya ratusan juta rupiah. Dengan miniray ini, atlet tidak lagi bisa membohongi lawan atau wasit jika menggunakan bahan ilegal dalam betnya. Dan alat ini baru pertama kali kita gunakan di Peparnas XV. Kalau di PON belum pernah digunakan. Cara pakainya pun mungkin mereka belum tahu," ucap Rima.
Ia menambahkan, pada pertandingan tenis meja di Peparnas XV, pihaknya menggunakan alat digital untuk permintaan time out. Hal ini pun sudah biasa dilakukan dalam sebuah pertandingan sekelas internasional. "Wasit akan tegas dalam menegakkan aturan, yaitu dalam aturan servis yang harus sesuai dengan standar internasional. Misalnya jika atlet melakukan servis tidak sesuai dengan ketentuan internasional maka akan dinyatakan fault," tegasnya. Agar atlet terbiasa dengan peralatan pendukung dan ketentuan pertandingan di level internasional. Ia pun berharap pelaksanaan Peparnas yang mengacu pada aturan internasional akan terlihat hasilnya di beberapa ajang kejuaraan. Tim tenis meja Indonesia sudah mampu meraih hasil yang membanggakan di setiap ajang kejuaraan tingkat internasional yang diikuti. "Salah satunya di ajang ASEAN Para Games VIII tahun 2015 di Singapura. Dari 35 atlet tenis meja difabel yang kami bawa, berhasil menyumbangkan 16 medali emas, 13 medali perak, dan 11 medali perunggu," katanya. Sangat jauh dengan capaian tim tenis meja Indonesia dari hasil PON di ajang SEA Games 2015 Singapura yang hanya meraih satu medali perunggu di nomor beregu. (Dudy Supriyadi)
Ia menambahkan, pada pertandingan tenis meja di Peparnas XV, pihaknya menggunakan alat digital untuk permintaan time out. Hal ini pun sudah biasa dilakukan dalam sebuah pertandingan sekelas internasional. "Wasit akan tegas dalam menegakkan aturan, yaitu dalam aturan servis yang harus sesuai dengan standar internasional. Misalnya jika atlet melakukan servis tidak sesuai dengan ketentuan internasional maka akan dinyatakan fault," tegasnya. Agar atlet terbiasa dengan peralatan pendukung dan ketentuan pertandingan di level internasional. Ia pun berharap pelaksanaan Peparnas yang mengacu pada aturan internasional akan terlihat hasilnya di beberapa ajang kejuaraan. Tim tenis meja Indonesia sudah mampu meraih hasil yang membanggakan di setiap ajang kejuaraan tingkat internasional yang diikuti. "Salah satunya di ajang ASEAN Para Games VIII tahun 2015 di Singapura. Dari 35 atlet tenis meja difabel yang kami bawa, berhasil menyumbangkan 16 medali emas, 13 medali perak, dan 11 medali perunggu," katanya. Sangat jauh dengan capaian tim tenis meja Indonesia dari hasil PON di ajang SEA Games 2015 Singapura yang hanya meraih satu medali perunggu di nomor beregu. (Dudy Supriyadi) 




























