Pengangkatan Jonan dan Arcandra Langkah yang Cerdas

Pengangkatan Jonan dan Arcandra Langkah yang Cerdas
Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat kejutan.  Jumat (14/10/2016) kemarin Jokowi secara mengejutkan mengangkat Ignasius Jonan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kejutan lainnya adalah Jokowi juga mengangkat mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM. Jonan sebelumnya menduduki posisi Menteri Perhubungan. Ia kemudian dicopot dari jabatannya dalam reshuffle kabinet jilid II pada 27 Juli lalu. Pada tanggal itu pula Menteri ESDM Arcandra Tahar diberhentikan. Pemberhentian Arcandra karena ramainya protes dari berbagai elemen masyarakat terkait status ganda kewarganegaraannya. Ia juga berpaspor Amerika Serikat. Setelah urusan paspor ganda rampung, di mana kini Arcandra hanya berpaspor Indonesia, ia santer disebut-sebut akan kembali menjadi Menteri ESDM. Faktanya Arcandra kembali ke Kementerian ESDM, tapi turun kelas menjadi wakil menteri. “Ignasius Jonan & Arcandra Tahar, keduanya profesional, kompeten dan berani untuk reformasi besar di ESDM –Jkw,” tulis Jokowi di akun resmi Twitternya, @jokowi, Sabtu (15/10). [caption id="attachment_157839" align="alignleft" width="299"]Pengamat politik dari Universitas Presiden, Muhammad AS Hikam. Pengamat politik dari Universitas Presiden, Muhammad AS Hikam.[/caption] Pengamat politik dari Universitas Presiden, Muhammad AS Hikam, menilai keputusan Jokowi tersebut sangat tepat dan bahkan "nyaris brilian."  Dikutip Obsessionnews.com dari blog The Hikam Forum, Sabtu (15/10), Hikam mengungkapkan alasannya.  Pertama, Jokowi menunjukkan kepada parpol-parpol pendukung Jokowi, baik yang sejak awal maupun pendatang baru, bahwa dirinya benar-benar mandiri. Tetapi, pada saat yang sama, Jokowi juga tidak "mengguncang perahu" yang sedang berlayar yang bisa mengakibatkan keribetan lagi. Kedua, Jonan memiliki rekam jejak yang sangat kinclong dalam profesionalisme, keberanian dan ketegasan, dan bersih. Sementara Arcandra dianggap memiliki kapasitas teknis bidang energi yang bisa diandalkan. Sehingga perpaduan Jonan dan Arcandra dianggap memiliki daya dobrak kuat yang diperlukan untuk mereformasi sektor ESDM, yang  konon masih amburadul itu. Ketiga, secara politik pemilihan dan pengangkatan kedua profesional tersebut tidak akan menciptakan resistensi yang  serius di DPR, apalagi dari publik. “Ini berbeda jika Jokowi bersikukuh mengangkat kembali Arcandra,” kata Hikam. Keempat, solusi win-win dengan menempatkan Arcandra sebagai Wakil Menteri ESDM juga cerdas. Sebab, suka atau tidak, Jokowi tampaknya secara pribadi memang menghendaki kehadiran pakar migas dari Texas A & M University itu. “Namun karena persepsi publik dan politik tak terlalu kondusif jika Arcandra jadi menteri lagi, maka kompromi inilah yang terbaik,” ujar Hikam. Mantan Menteri Riset dan Teknologi di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini mengungkapkan,  mengembalikan Jonan ke dalam jajaran Kabinet Kerja adalah langkah cerdas. Selain tidak punya keterkaitan dengan dunia minyak dan gas, Jonan adalah sosok yang tak bisa dimainkan oleh elite parpol dan pemodal. Jokowi sendiri menyebut Jonan punya karakter "keras kepala dan pemberani." Dua karakter tersebut plus kepiawaian dalam manajemen ketika menjabat Menteri Perhubungan dan sebelumnya sebagai Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) adalah modal penting  Jonan. Hikam menuturkan, Jokowi sekali lagi membuktikan kepada para pendukungnya, pengritiknya, lawan politiknya, dan kepada rakyat Indonesia, bahwa dia mampu mencari solusi yang win-win dalam masalah-masalah strategis, dengan tetap menampilkan ciri sebagai pribadi yang punya kemandirian yang tinggi. “Kita lihat dan ikuti bagaimana kiprah duet Jonan dan Arcandra dalam memecahkan persoalan strategis bidang energi ke depan,” tandasnya. (@arif_rhakim)