Pejabat dan Pegawai Pemprov Sumbar Wirid Massal

Padang, Obsessionneews.com- Wirid Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) yang biasanya dilaksanakan di Mesjid Raya Sumbar dipindahkan ke Gedung Wanita Rohana Kudus. Acara kerohanian yang rutin digelar oleh Biro Bina Sosial Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumbar sekali setiap dua minggu ini dipindahkan ke gedung yang berada di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Agussalim Padang karena Mesjid Raya Sumbar yang berada di Jalan Khatib Sulaiman sedang dikerjakan. Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Nasrul Abit, Sekretaris Daerah Ali Asmar, Asisten I Bidang Pemerintahan Devi Kurnia, Sejumlah Kepala SKPD, dan Pejabat Eselon III dan IV, serta ratusan PNS di lingkungan Pemprov Sumbar, Jumat (14/10/2016) pagi hadir dan berbaur pasca gedung itu diperbaiki dari kerusakan yang disebabkan gempa 2009 lalu. Segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hadir-membaur duduk bersila sama rendah di satu hamparan yang sama- mendengar ceramah agama berjudul 'Kutipan Pelajaran dari Tahun Baru Islam' yang disampaikan oleh Afrizal.
Afrizal membuka ceramahnya dengan paparan tentang sejarah ditetapkannya Hijrah Nabi Muhammad SAW bersama pengikut beliau dari Mekkah ke Madinah sebagai awal Tahun Hijrah. "Umat Islam sepakat untuk memulai awal tahun Islam seiring peristiwa hijrah karena peristiwa itu momentum umat Islam secara resmi menjadi sebuah badan hukum yang berdaulat dan diakui keberadaannya dalam hukum internasional kala itu," katanya. Afrizal selanjutnya mengingatkan bahwa masuknya tahun baru berarti berkurangnya jatah hidup manusia dan ajal semakin dekat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jemaah wirid untuk mempersiapkan dan membekali diri masing-masing untuk kehidupan ukhrawi. Hikmah lainnya yang patut dipetik dari peristiwa Hijrah menurut Afrizal yakni pentingnya melakukan segala sesuatu dengan ikhlas. Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)
Afrizal membuka ceramahnya dengan paparan tentang sejarah ditetapkannya Hijrah Nabi Muhammad SAW bersama pengikut beliau dari Mekkah ke Madinah sebagai awal Tahun Hijrah. "Umat Islam sepakat untuk memulai awal tahun Islam seiring peristiwa hijrah karena peristiwa itu momentum umat Islam secara resmi menjadi sebuah badan hukum yang berdaulat dan diakui keberadaannya dalam hukum internasional kala itu," katanya. Afrizal selanjutnya mengingatkan bahwa masuknya tahun baru berarti berkurangnya jatah hidup manusia dan ajal semakin dekat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jemaah wirid untuk mempersiapkan dan membekali diri masing-masing untuk kehidupan ukhrawi. Hikmah lainnya yang patut dipetik dari peristiwa Hijrah menurut Afrizal yakni pentingnya melakukan segala sesuatu dengan ikhlas. Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73) 




























