Sungai Batang Agam Tercemar, Kepala Daerah Bereaksi

Padang, Obsessionnews.com - Empat kepala daerah di Sumatera Barat (Sumbar) melakukan penandatangan kerjasama (MoU) dalam rangka mengurangi beban pencemaran sungai Batang Agam. Empat kepala daerah dimaksud yaitu Walikota Bukittinggi, Walikota Payakumbuh, Bupati Agam dan Bupati Limapuluh Kota. MoU itu disaksikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meminta keseriusan bupati/walikota terkait untuk melakukan pembersihan di aliran sungai. Pencemaran disebabkan oleh pembuangan limbah ke sungai. Nilai Indeks Pencemaran Air (IPA) Batang Agam tahun 2015 sebesar 61,4 masuk dalam kategori buruk. “Kami sebagai pemerintah provinsi ikut terlibat dalam memfasilitasi dan mengkoordinasi dalam percepatan menurunkan limbah pencemaran di sungai Batang Agam,” katanya usai penandatanganan kerjasama penurunan beban pencemaran sungai Batang Agam di ruang rapat istana gubernur, Kamis, (13/10/2016) siang.
Langngkah-langkah percepatan dilakukan dengan pembuatan tim kecil yang bekerja mendata penyebab pencemaran sungai. Irwan menyebutkan pencemaran disebabkan pembaungan limbah kealiran sungan yang dilakukan rumah sakit, restoran, hotel dan rumah potong hewan. Irwan mengancam akan mempidanakan oknum atau perusahaan yang membuang limbah kealiran sungai. “Setelah kami kumpulkan data-data, kami akan melakukan teguran terhadap yang bersangkutan, namun jika ke dapan masih membuang limbah ke aliran sungai kita akan pidanakan,” tegasnya. Sementara Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumbar Asrizal Asnan mengatakan, empat kepala daerah dimaksud sepakat melakukan penandatanganan atau kesepakatan bersama untuk penurunan beban pencemaran sungai Batang Agam. Sebab sungai Batang Agam memilki hulu dikabupaten Agam dan melewatii empat kabupaten/kota.
“Hulu sungai Batang Agam berada di Kabupaten Agam, namun melewati Payakumbuh, Bukiitinggi dan Limapuluh Kota, makanya harus ada kerjasama. Jika dilakukan sendiri-sendiri, nanti di Agam sudah bersih, ternyata di Payakumbuh masih tercemar, misalnya” katanya. Ia melanjutkan, kerjasama akan diwujudkan dalam bentuk program bersama sepeti pengamanan sepadan sungai, pengendalian kualitas aliran sungai dan partisifasi kelompok masyarakat dimasing-masing daerah. Asrizal membenarkan penurunan beban sungai batang agam akibat dari limbah domestik yang dilakukan masyarakat dan perusahaan diantaranya hotel, restoran, rumah sakit dan rumah potong hewan. Ia berharap dengan adanya kerjasama bisa menurunkan beban pencemaran sungai secara keseluruhan. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)
Langngkah-langkah percepatan dilakukan dengan pembuatan tim kecil yang bekerja mendata penyebab pencemaran sungai. Irwan menyebutkan pencemaran disebabkan pembaungan limbah kealiran sungan yang dilakukan rumah sakit, restoran, hotel dan rumah potong hewan. Irwan mengancam akan mempidanakan oknum atau perusahaan yang membuang limbah kealiran sungai. “Setelah kami kumpulkan data-data, kami akan melakukan teguran terhadap yang bersangkutan, namun jika ke dapan masih membuang limbah ke aliran sungai kita akan pidanakan,” tegasnya. Sementara Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumbar Asrizal Asnan mengatakan, empat kepala daerah dimaksud sepakat melakukan penandatanganan atau kesepakatan bersama untuk penurunan beban pencemaran sungai Batang Agam. Sebab sungai Batang Agam memilki hulu dikabupaten Agam dan melewatii empat kabupaten/kota.
“Hulu sungai Batang Agam berada di Kabupaten Agam, namun melewati Payakumbuh, Bukiitinggi dan Limapuluh Kota, makanya harus ada kerjasama. Jika dilakukan sendiri-sendiri, nanti di Agam sudah bersih, ternyata di Payakumbuh masih tercemar, misalnya” katanya. Ia melanjutkan, kerjasama akan diwujudkan dalam bentuk program bersama sepeti pengamanan sepadan sungai, pengendalian kualitas aliran sungai dan partisifasi kelompok masyarakat dimasing-masing daerah. Asrizal membenarkan penurunan beban sungai batang agam akibat dari limbah domestik yang dilakukan masyarakat dan perusahaan diantaranya hotel, restoran, rumah sakit dan rumah potong hewan. Ia berharap dengan adanya kerjasama bisa menurunkan beban pencemaran sungai secara keseluruhan. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73) 




























