Perjamuan dan Seni Makanan Mampu Lestarikan Warisan Tradisional

Jakarta, Obsessionnews.com – Acara perjamuan dan pesta seni makanan dapat membangun kesadaran serta melestarikan warisan seni masakan tradisional sebagai karakter jati diri budaya kebangsaan. Hal tersebut diungkapkan Dewan Pendiri Indonesian GastronomyAssociation (IGA) Guruh Soekarno Putra bersama Presiden Direktur PT. Dyandra Promosindo, Ery Erlangga dalam acara konferensi pers pembukaan Indonesia GastroFest(IGF) 2017 di Restoran Kembang Goela, Jakarta, Rabu (13/10/2016). IGF 2017 akan menyelenggarakan acara akbar bertajuk “Indonesia GastroFest 2017” : A GastronomicalJourney&Beyond. Acara ini akan diadakan pada tanggal 21 – 23 Juli 2017 mendatang di Indonesia ConventionExhibition (ICE) BSD City. “Dengan perpaduan beragam seni budaya yang unik, indah dan kearifan lokal yang ditampilkan, IGF akan menjadi sebuah acara yang merangsang seluruh seni indra penikmatnya,” ucap Guruh. Acara ini tidak hanya ditujukan untuk pengusaha yang bergerak di industri masakan, namun untuk seluruh masyarakat Indonesia yang mencintai seni dan budaya. IGF 2017 juga berperan sebagai teater terbuka yang diharapkan menjadi patokan dan barometer pergerakan gastronomi masakan nusantara Indonesia di mata dunia. Turut menyelenggarakan pameran perdagangan yang akan di dukung oleh berbagai exhibitor pilihan dari berbagai daerah di tanah air seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan peserta dari luar negeri. Sementara dukungan pemerintah terhadap IGF 2017 sangat baik. Masyarakat di seluruh Indonesia akan diorganisir langsung oleh masing-masing Pemda bersangkutan melalui dukungan dari Kementerian Dalam Negeri.
Masyarakat daerah diberi kesempatan untuk menampilkan aneka menu-menu resep makanan warisan tradisional daerahnya, khususnya yang belum pernah atau kurang dikenal kebanyakan masyarakat Indonesia secara Nasional. Secara khusus, menu-menu resep yang diajukan masyarakat pemangku daerah akan didaftarkan hak cipta dari hak kekayaan intelektual yang prosesnya difasilitasi oleh Kementerian Hukum & HAM. Selain masyarakat daerah, akan menghadirkan peserta dari kalangan organisasi pengusaha, organisasi profesi, kamar dagang dan industri nasional, kalangan diplomatik dari kedutaan besar negara sahabat yang ada di Jakarta serta kalangan kamar dagang dan industri negara-negara sahabat & organisasi internasional yang ada di Indonesia. IGF 2017 mengundang semua pihak untuk ikut berperan dalam memeriahkan dengan seni masakan nasional mereka masing-masing. Serta diikuti oleh para pelaku industri makanan dan minuman baik dari industri bahan baku, peralatan maupun industri terkait yang mendukung Industri makanan dan minuman di Indonesia. Selain seni masakan tradisional Indonesia, IGF 2017 juga akan menghadirkan seni masakan mancanegara sebagai panggung untuk mempelajari tren kuliner terbaru dan teknik dari yang paling berpengaruh dari beberapa kalangan master chef yang paling terkemuka dan dihormati di dunia keahlian memasaknya. Dengan demikian ini akan menjadi ajang bertemu seni masakan dunia tidak hanya antara dua negara atau dua bangsa tetapi antara dua bagian yang sangat berbeda dari belahan dunia, baik dari timur dan barat. Event perdana IGF ini merupakan hasil kolaborasi antara Indonesian GastronomyAssociation (IGA) dan Dyandra Promosindo. (Popi Rahim)
Masyarakat daerah diberi kesempatan untuk menampilkan aneka menu-menu resep makanan warisan tradisional daerahnya, khususnya yang belum pernah atau kurang dikenal kebanyakan masyarakat Indonesia secara Nasional. Secara khusus, menu-menu resep yang diajukan masyarakat pemangku daerah akan didaftarkan hak cipta dari hak kekayaan intelektual yang prosesnya difasilitasi oleh Kementerian Hukum & HAM. Selain masyarakat daerah, akan menghadirkan peserta dari kalangan organisasi pengusaha, organisasi profesi, kamar dagang dan industri nasional, kalangan diplomatik dari kedutaan besar negara sahabat yang ada di Jakarta serta kalangan kamar dagang dan industri negara-negara sahabat & organisasi internasional yang ada di Indonesia. IGF 2017 mengundang semua pihak untuk ikut berperan dalam memeriahkan dengan seni masakan nasional mereka masing-masing. Serta diikuti oleh para pelaku industri makanan dan minuman baik dari industri bahan baku, peralatan maupun industri terkait yang mendukung Industri makanan dan minuman di Indonesia. Selain seni masakan tradisional Indonesia, IGF 2017 juga akan menghadirkan seni masakan mancanegara sebagai panggung untuk mempelajari tren kuliner terbaru dan teknik dari yang paling berpengaruh dari beberapa kalangan master chef yang paling terkemuka dan dihormati di dunia keahlian memasaknya. Dengan demikian ini akan menjadi ajang bertemu seni masakan dunia tidak hanya antara dua negara atau dua bangsa tetapi antara dua bagian yang sangat berbeda dari belahan dunia, baik dari timur dan barat. Event perdana IGF ini merupakan hasil kolaborasi antara Indonesian GastronomyAssociation (IGA) dan Dyandra Promosindo. (Popi Rahim) 




























