Susi Sayangkan Dunia Perikanan Makin Banyak Perbudakan

Jakarta, Obsessionnews.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyayangkan kondisi dunia perikanan saat ini. Ia mengungkapkan semakin banyak perbudakan dan perdagangan orang (human trafficking), memakai tenaga kerja dengan kekuasaan dan tekanan. "Kita menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang peduli pada penegakan hukum. Kita ingin ada transformasi hukum," ungkapnya melalui keterangan pers yang diterima Obsessionnews.com, Rabu (12/10/2016) pagi. Tak hanya itu, Susi menambahkan ada perusahaan-perusahaan yang sengaja membuat semuanya resmi, legal atau disebut dengan istilah fish laundry. "Hal ini melibatkan negara-negara maju dan banyak pejabat lokal yang ikut terlibat. Penegakan masalah illegal fishing terus jalan dan alat-alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan juga kita bereskan," katanya. Di bawah perintah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Satgas 115, pihaknya berkomitmen menegakkan hukum berkaitan dengan fish crime. "Intinya Indonesia ingin fokus memberantas penangkapan ikan secara ilegal dan mengelola lautnya secara berkelanjutan," tegasnya. Untuk memudahkan koordinasi, Susi meminta tokoh masyarakat, pejabat, pengusaha dan lain-lain untuk berhenti melakukan pendekatan ke pintu-pintu lembaga pemerintah. "Illegal fishing saya harapkan sudah tidak ada lagi, harus ada kesadaran dari pemerintah dan pengusahanya. Kita semua, harus sepakat, tidak akan berhenti memerangi illegal fishing," pungkasnya. (Aprilia Rahapit)





























