Kendalikan Inflasi, Sumbar Programkan Satu Juta Tanaman Cabe

Kendalikan Inflasi, Sumbar Programkan Satu Juta Tanaman Cabe
Padang, Obsessionnews.com - Pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Barat (Sumbar) diminta untuk mencanangkan program menanam satu juta tanaman cabe di daerah masing-masing. Program satu juta tanaman cabe yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemko) Padang dinilai mampu untuk mengendalikan. "Pemko Padang kan sudah memulai. Program ini bagus diterapkan di daerah masing-masing," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada pertemuan high level marketing Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se Provinsi Sumbar di gedung Bank Indonesia Wilayah Sumbar, Rabu (12/10/2016). Pertemuan dengan agenda "Penguatan Koordinas dan penyusunan program strategis pengendalian inflasi dalam rangka mengantisipasi risiko inflasi sumbar ke depan" itu dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Puji Atmoko, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar Komisaris Besar (Kombes) Polisi Nur Afiah, Bulog, Organda Sumbar berserta TPID kabupaten/kota di Sumbar. Menurut Irwan, untuk pengadaan bibit cabe bisa dilakukan tender sesuai ketentuan dan aturan berlaku. Melalui upaya ini, masyarakat akan berminat menanam cabe di pekarangan masing-masing karena pengadaannya sudah disiapkan. "Apabila harga terjaga dengan baik, inflasi akan bisa dikendalikan. Harga di pasar pun akan normal, karena kebutuhan cabe mencukupi," ujarnya. Selain itu, bagaimana Bulog ke depan memasok cabe sehingga harga cabe di pasaran bisa terjaga dengan baik. Apabila harga bisa terjaga, inflasi akan dapat dikendalikan. Sementara itu, berdasarkan data Bank Indonesia Wilayah Sumbar, tahun 2015, laju inflasi Sumbar bisa dibawah nasional 1,08 persen. 2016 awal, inflasi Sumbar masih baik atau berada dibawah nasional. Dalam tiga bulan terakhir, Juli-Sept inflasi Sumbar sudah diatas nasional. "Inflasi Sumbar pada tahun 2015 merupakan terendah nasional sebesar 1,08 persen. Secara tahun berjalan, laju inflasi Sumbar sampai bulan September 2016 telah berada pada level 3,17 persen. Tiga bulan terakhir (Oktober-Desember) menjadi penenti tingkat inflasi selama 2016," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah Sumbar Puji Atmoko. Puji mengatakan, dari 10 komoditas utama penyumbang inflasi di Sumbar tahun 2016, yang paling banyak cabe merah, bawang merah, daging ayam ras dan beras. Diharapkan hingga akhir tahun, laju inflasi di Sumbar dapat dikendalikan. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)