Devisa Terbesar Indonesia 2019 dari Pariwisata

Jakarta, Obsessionnews - Anggota Komisi X DPR Ridwan Hisjam mengatakan, bahwa batik yang merupakan warisan budaya Indonesia tidak bisa diukur dengan materi. Sebab, batik beserta budaya Indonesia yang lain adalah jati diri bangsa yang harus dipertahankan. "Kalau dinilai dari materi, ya warisan budaya kita ya hilang semua lebih bagus yang modern-modern semua. Karena orang kan akan cenderung ke sana. Jadi contohnya, orang mau beli mobil, kan mana ada orang mau beli mobil tua. Pasti cenderungnya beli mobil baru semua," ujar Ridwan di Gedung DPR, Selasa (11/10/2016). Namun, bila dikatakan batik sebagai pengikat untuk mendatangkan wisatawan itu ada benarnya. Karena adanya wisatawan, maka dengan sendirinya akan mendatangkan pendapatan ekonomi masyarakat ataupun pemerintah setempat. "Bahkan tidak hanya batik, panorama alam, kemudian seni, entah itu seni rupa atau seni tangan dan juga peninggalan-peninggalan sejarah itu juga bisa mendatangkan wisatawan atau turis baik dalam negeri maupun luar negeri," tuturnya. Politisi Golkar ini menyebut, saat ini sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa keempat setelah, minyak dan gas bumi, batubara dan mineral, serta perkebunan. Ia yakin tahun 2019 sektor pariwisata menjadi penyumbang nomor satu negara. "Kemarin saat rapat dengan Menteri Pariwisata Pak Arief Yahya, diharapkan tahun ini sudah naik peringkat ke nomor tiga," jelasnya. Dalam rangka itu, sebelumnya Ketua DPR Ade Komarudin bersama Ridwan Hisjam kemudian Ketua Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dan juga Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono mengunjungi Banyuwangi Minggu (9/10). Kedatangan mereka untuk menghadiri acara Festival Batik Nasional. Festival ini diadakan sebagai salah satu cara mendatangkan wisatawan. Bukan hanya batik, wisata di Banyuwangi juga bisa diliat dari keindahan alam dan pantainya. "Jadi selain ke acara festival, kemarin kita juga melihat jalan lingkar selatan. Kita minta dipercepat, kalau dipercepat maka itu akan mempercepat sektor pariwisata," ujar Ridwan. Demikian juga peningkatan kapasitas Bandara Udara Banyuwangi. DPR juga menginginkan agar proyek ini dipercepat dengan memperpanjang landasan pacu, serta mempertebal landasan, agar bisa dilewati oleh pesawat jenis boing. (Albar)





























