PON Jabar Dituding Terindikasi Korupsi, Aher Membantah

PON Jabar Dituding Terindikasi Korupsi, Aher Membantah
Bandung,  Obsessionnews.com - Setelah Koordinator Central Budget Analisis (CBA), Uchok Sky Khadafi, beberapa waktu lalu (4/10/2016), merekomendasian dengan keras kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  untuk memanggil Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), dan Ketua Harian Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016, Iwa Karniwa, terkait penyelenggaran PON XIX Jawa Barat yang diduga ada unsur korupsi, tudingan yang sama juga disampaikan Eka Santosa. Menurut Uchok, pemanggilan itu bersifat “segera”, karena adanya potensi kerugian negara di dana PON XIX Jabar sebesar Rp8,2 miliar dari yang Rp2,3 triliun. "Ini modal KPK untuk membuka penyidikan ini. Orang-orangnya harus diperiksa," kata Uchok. Uchok enegaskan di lapangan ada dugaan persekongkolan administrasi dalam hal pelelangan. Di GOR 2 dan 3 Sumedang, (venue - red) polo air, dan penataan fisik venue sepatu roda. Kerugian Rp1,5 miliar. Awalnya Rp6,6 miliar, dan sekarang menjadi Rp8,2 miliar. Ia mencontohkan, pelelangan tribun dan penutup tribun venue polo air di Kabupaten Bandung senilai Rp15 miliar. "Pastilah banyak penyimpangan. Satunya lagi, lelang tribun dan penutup tribun polo air sebesar Rp15 M, kalau kita lihat, mereka tidak punya SP 007, tapi dikasih ke pemenang lelang," ungkapnya. Selain Uchok,  hal yang sama juga diungkapkan Eka Santosa, Ketua KONI Jabar 2002 – 2006 dan Ketua FPOR (Forum Penyelamat Olahraga) Jawa Barat ketika ditemui di Pasir Impun Kabupaten Bandung yang juga sebagai Sekertariat Gerakan Hejo, Minggu (10/10/2016), mengomentari aroma korupsi PON XIX Jabar dari yang dikemukaan Uchok pegiat CBA. ”Semoga paparan Bung Uchok bisa menjadi entry point dari gunung es aroma korupsi PON Jabar. Bagi saya, hal ini sejatinya sudah lebih dulu mengemukaan bau busuk ini. Sekarang, bila diingatkan kembali, ada bagusnya,  saya apresiasi begitupun penggunaan dana Koni Jabar perlu adanya audit dan penulusiran KPK. Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membantahnya. "Penggunaan anggaran PON XIX Jabar sebesar Rp. 2,3 triliun bisa dipertanggungjawabkan dengan transparan," kilahnya. Politisi PKS yang akrab disapa Aher ini pun mengaku tidak segan-segan menjewer anak buahnya yang berani melakukan korupsi. (Dudy Supriyadi)