Mensos: Pengikut Dimas Kanjeng Jika Pulang Dikasih Rp900 Ribu

Jateng, Obsessionnews.com - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bagi mantan dan pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo, Jawa Timur, memilih pulang kampung bisa disupport Kementerian Sosial (Kemensos).
“Kami support transportasi bagi mereka yang memutuskan pulang kampung, ” ujar Mensos pada acara Semarak Bidikmisi di Auditorium Universitas Negeri Semarang (UNNES), Jawa Tengah, Sabtu (8/10/2016).
Tak hanya itu, kata Mensos, para mantan dan pengikut yang mengungsi di lokasi pengungsian bisa mendapatkan bantuan sosial (bansos), berupa jaminan hidup (jadup) Rp 900 ribu per orang dan hanya sekali.
“Mereka yang tinggal sementara di lokasi pengungsian bisa mendapatkan jadup Rp 900 ribu hanya sekali per orang, ” ucapnya.
Hingga kini, masih ada dua tim Kemensos bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo dan Provinsi Jawa Timur, yang masih berada di lokasi dan aktif mendata para mantan dan pengikut Padepokan.
“Jika lokasi pulang kampung di Pulau Jawa, diantar melalui jalur darat menggunakan Bus Damri. Sedangkan, bagi yang di luar Pulau Jawa akan diangkut menggunakan Kapal Pelni, ” tandasnya.
Kedua perusahan pelat merah tersebut, sudah menjalin kerjasama dengan Kemensos, terutama untuk penanganan berbagai masalah bencana sosial, termasuk para korban Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKIB).
“Perum Damri dan Pelni telah menjalin kerjasama dengan kami. Sehingga support Kemensos menggunakan jalur darat maupun laut tetap siap dan tersedia, ” katanya.
Pemberian Jadup Rp 900 ribu per orang, pemulangan menggunakan Bus Damri dan Kapal Pelni merupakan bagian dari Standard Operating Procedure (SOP) Kemensos dalam penanganan bencana alam maupun sosial.
“Dalam penanganan bencana alam maupun sosial, di Kemensos sudah ada SOP baku, sehingga ketika terjadi bencana personel langsung bisa bergerak dengan cepat di lapangan, ” tandasnya.
Adapun tugas dan fungsi (Tusi) Kemensos adalah ingin memastikan bagi para mantan dan pengikut Padepokan selama di lokasi pengungsian bisa aman dan tercukupi kebutuhan permakanan atau logistik mereka.
“Sesuai dengan SOP dan tusi Kemensos, ingin memastikan kebutuhan permakanan atau logistik mereka bisa tercukupi selama di lokasi pengungsian. Untuk hal lainnya merupakan keweangan dari pemerintah daerah (Pemda), ” katanya.
Selain itu, tim trauma healing dan konseling dari Kemensos sudah diterjunkan ke lokasi pengungsiaan. Sebab, para pengikut Padepokan mengalami pengalaman dan kondisi yang membutuhkan pemulihan.
“Sudah menerjunkan tiim trauma healing dan konseling bagi mereka di lokasi pengungsian, sebab tidak sedikit dari mereka mengalami pengalaman dan kondisi yang memerlukan pemulihan secara psiko-sosial, ” tegasnya. (Dudy Supriyadi)





























