Ketua DPR Sowan di Ponpes Al-Amien Madura

Ketua DPR Sowan di Ponpes Al-Amien Madura
Jakarta, Obsessionnews.com - Ketua DPR RI Ade Komarudin bersama anggota Komisi X DPR Ridwan Hisjam hadir dalam acara syukuran peringatan 64 tahun berdirinya Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan di Sumenep, Madura, Sabtu (8/10/2016). ‎Dalam sambutanya Ade mengatakan, usia 64 Tahun bukanlah usia yang pendek bagi sebuah lembaga pendidikan Islam. Ia menyebut Pesantren ini telah melewati segala pengalaman, pengalaman pasang surut mulai sejak dirintis oleh para pendirinya hingga bisa berdiri kokoh sampai saat ini. "Kita patut berbangga Ponpes Al-Amien ini masih tegak berdiri, kokoh, dan terus memberi kontribusi terhadap perkembangan umat Islam di Indonesia, berkat para pendiri dan para penerusnya yang menghayati nilai-nilai dasar pendidikan Islam," ujar Ade. Menurut Ade dalam nilai-nilai Islam ditegaskan bahwa pendidikan harus bisa dinikmati oleh semua kalangan tanpa kecuali, mengajarkan prinsip kesederhanaan, keikhlasan, cinta pada pengetahuan, dan dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan zaman yang semakin maju. "Nilai-nilai kehidupan pesantren inilah yang menjadi dasar pendidikan karakter yang kini mulai tergerus oleh semakin derasnya arus komersialisasi pendidikan," tuturnya. Ade menyampaikan pada intinya pesantren adalah sistem pendidikan tertuan yang ada di Indonesia, karena itu keberadaannya harus dipertahankan dan terus dikembangkan, agar selalu relevan melewati perkembangan jaman. ‎"Makanya tidak heran Ki Hadjar Dewantara menyebut pesantren adalah soko gurunya pendidikan Nasional," tuturnya. Sementara itu, Ridwan menambahkan, pesantren adalah roh dari pendidikan Nasional. Sebab, pesantren adalah sistem pendidikan asli Indonesia yang mampu menyatu dengan berbagai macam kebudayaan Indonesia, sehingga pendidikan ini selalu diterima oleh masyarakat luas. "Sistem pondok pesantren mengutamakan kesederhanaan, idealisme, persaudaraan, persamaan, rasa percaya diri, dan keberanian hidup.‎ Makanya, keberadaan pesantren itu harus dipertahankan," ujarnya. Dalam perkembangannya Ridwan mengatakan, pesantren memiliki banyak ciri dan karakter, adanya yang masih menganut sistem tradisional, ada juga sudah mengunakan sistem modern. Di Al-Amin sendiri sistem pendidikannya sudah modern. "Di Al-Amin saya liat sudah modern seperti di Gontor Ponorogo, dimana pendidikan Islam bisa terintegrasi dengan sistem pendidikan modern," jelasnya. (Albar)