UNP Jalin Kerjasama dengan Kemenakertrans

Padang, Obsessionnews.com- Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat (Sumbar) menjalin kerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrasn) Republik Indonesia. Naskah kerjasama MoU ini dibidang ketenagakerjaan dan magang dalam negeri dan luar negeri dalam pemanfaatan alumni UNP sebagai tenaga kerja profesional. Kerjasama di bidang ini ditandai dengan penandatangan kedua belah pihak yaitu Rektor UNP Profesor Ganerfi dan Menaker Trans, Muhammad Hanif Dhakiri. Penandatangan kerjasama yang berlangsung di kampus UNP ini disaksikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Rektor UNP Profesor Ganefri mengatakan, UNP sebagai perguruan tinggi tertua di Sumatera, aktif mengirim mahasiswanya ke luar negeri, terutama ke Jepang. Di Jepang, mahasiswa magang selama 3-4 bulan. "Kita berharap setelah mereka pulang bisa diberdayakan," katanya saat memberikan sambutan sebelum Menaker Trans Muhammad Hanif Dhakiri memberikan ceramah umum dihadapan mahasiswa UNP, Sabtu (8/10/2016).
Ganefri mengatakan, UNP siap mencetak mahasiswa lulusan yang siap kerja dengan memiliki keterampilan. Dalam kesempatan itu Menaker Trans Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan UNP harus mampu melahirkan lulusan yang siap kerja, karena perekonomian dunia sudah bergeser dari ekonomi industri ke ekonomi pengetahuan kreatif. Untuk menghasilkan lulusan yang punya daya saing, perguruan tinggi harus mengengambang inovasi yang kuat terutama di bidang ilmu terapan. Perguruan tinggi harus memperkuat pendidikan vokasi yang menghasilkan lulusan dengan skill dan kemampuan yang punya daya saing. Selanjutnya, menggandeng perusahaan dan pemerintah untuk membahas kebutuhan tenaga kerja di pasar kerja. "Mulai sekarang mahasiswa rajin belajar dengan sungguh-sungguh," ajak Hanif. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)
Ganefri mengatakan, UNP siap mencetak mahasiswa lulusan yang siap kerja dengan memiliki keterampilan. Dalam kesempatan itu Menaker Trans Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan UNP harus mampu melahirkan lulusan yang siap kerja, karena perekonomian dunia sudah bergeser dari ekonomi industri ke ekonomi pengetahuan kreatif. Untuk menghasilkan lulusan yang punya daya saing, perguruan tinggi harus mengengambang inovasi yang kuat terutama di bidang ilmu terapan. Perguruan tinggi harus memperkuat pendidikan vokasi yang menghasilkan lulusan dengan skill dan kemampuan yang punya daya saing. Selanjutnya, menggandeng perusahaan dan pemerintah untuk membahas kebutuhan tenaga kerja di pasar kerja. "Mulai sekarang mahasiswa rajin belajar dengan sungguh-sungguh," ajak Hanif. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73) 




























