Buku 'Porno' SD Ditarik, Dewan Pendidikan Malah Protes

Padang, Obsessessionnews.com - Dewan Pendidikan Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), Jum'at (7/10/2016), mengirim surat kepada Dinas Pendidikan Kebudayaan Provinsi Sumbar untuk mempertanyakan penarikan buku siswa SD diduga mengadung unsur porngrafi. "Pagi tadi sudah kita kirim surat melalui pos yang ditujukan ke Dinas Pendidikan Kebudayaan Sumbar," kata Ketua Dewan Pendidikan Pasaman Yunzar Lubis kepada obsessionnews.com saat dihubungi Jum'at (7/10/2016) sore. Dalam surat yang ditujukan ke Dinas Pendidikan Kebudayaan Sumbar bernomor 029/DP-PAS/X/2016 ini mempertanyakan aspek vulgar/porno dalam ilmu pengetahuan sebagaimana terdapat dalam Buku Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan untuk kelas V SD, tidak ada yang porno dan harus disampaikan secara jelas dan tegas. Yunzar khawatir pasca penarikan buku tersebut, pemenuhan hak siswa terhadap pelajaran tidak akan terpenuhi. Kondisi ini akan berakibat terhadap pelajaran siswa. "Bukunya ditarik, tapi tak ada alternatif. Berarti siswa dibiarkan tidak punya buku," ujarnya. Menurutnya, sebelum Dinas Pendidikan Kebudayaan Sumbar mengeluarkan surat edaran penarikan buku pelajaran siswa SD Kelas V itu, dicek terlebih dahulu. Apakah persoalan itu membuat gaduh kebanyakan orangtua/walimurid. "Sekarang muncul isu buku ini vulgar. Kenapa Diknas yakin materi buku itu vulgar. Sebelum ditarik harus dipertimbangkan secara matang, karena akan berpengaruh terhadap siswa," katanya. Disamping itu, buku yang sudah diajarkan di kelas V SD itu sudah beradar dan dipakai selama lima tahun. Buku terbitan tahun 2010 itu, mulai diajarkan di kelas tahun 2011 bahkan sudah termasuk dalam program Buku Sistem Elektronik (BSE) yang bisa diakses umum melalui internet. "Berarti kan buku itu sudah terseleksi di Kementerian Pendidikan dan publik sudah bisa mengaksesnya lewat internet kapan pun," ulasnya.





























