TNI Harus Berpihak Kepada Rakyat

TNI Harus Berpihak Kepada Rakyat
Jakarta, Obsessionnews.com-  TNI yang dilahirkan pada tanggal 5 Oktober 1945 hari ini genap berusia 71 tahun. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra menyatakan TNI adalah tentara rakyat, oleh karena itu TNI harus berpihak kepada kepentingan seluruh rakyat. “2. Jangan sampai TNI dikuasai oleh politik. TNI adalah pelindung rakyat, jangan menjadi kaki tangan para pemodal besar. @Puspen_TNI,” kicau akun resmi Twitter Partai Gerindra, @Gerindra, Rabu (5/10). Dalam rangkaian tweet-nya partai besutan Prabowo Subianto ini mengingatkan prajurit kita bukan prajurit sewaan, bukan prajurit yang mudah dibelokkan haluannya. “4. Kita masuk dalam tentara karena keinsyafan jiwa dan sedia berkorban bagi bangsa dan negara. @Puspen_TNI,” tulisnya. Gerindra berpesan agar TNI terus menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta keselamatan bangsa. Pada awal dibentuk bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR), kemudian berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).  Lalu diubah lagi namanya menjadi TNI hingga saat ini. TNI terdiri dari TNI Angkatan Darat,  TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Pada masa Demokrasi Terpimpin hingga masa Orde Baru, TNI pernah digabungkan dengan Polri. Penggabungan ini disebut dengan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Sesuai Ketetapan MPR nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan Polri serta Ketetapan MPR nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peran Polri, maka pada tanggal 30 September2004 telah disahkan Rancangan Undang-Undang TNI oleh DPR. Selanjutnya ditandatangani oleh PresidenMegawati Soekarnoputri pada tanggal 19 Oktober2004. (@arif_rhakim)