Pakan Fungsional Upaya Pemenuhan Terwujudnya Keamanan Produk Unggas

Pakan Fungsional Upaya Pemenuhan Terwujudnya Keamanan Produk Unggas
Pengukuhan Profesor Fakultas Peternakan Unsoed:Pakan Fungsional sebagai Upaya Pemenuhan Terwujudnya Keamanan Produk Unggas yang ASUH Purwokerto - Pemeliharaan ternak unggas tidak terlepas dari pemberian imbuhan pakan berupa: antibiotik, enzim, hormon, probiotik, prebiotik, sinbiotik, fitobiotik, obat herbal, dan lain-lain. Tujuan penggunaan pakan imbuhan selain untuk peningkatkan performa ternak juga sebagai pencegahan terhadap penyakit/untuk menjaga kesehatan ternak, akan tetapi pada beberapa wilayah telah ditemukan adanya residu antibiotik pada produk ternak unggas. “Residu  tersebut jika tetap terkandung dalam produk unggas (daging dan telur) akan sangat berbahaya bagi masyarakat yang mengkonsumsi, dan ini harus ditinggalkan dan mencari pakan imbuhan yang aman dan berkualitas serta dapat diadakan secara mandiri oleh peternak,” papar Prof Dr Ir Ning Iriyanti MP sebelum menyampaikan pidato pengukuhan profesor pada Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (4/10/2016). Ia  menyampaikan pidato pengukuhan yang berjudul “Pakan Fungsional  Sebagai  Upaya Pemenuhan Tuntutan Akan Kemandirian  Imbuhan Pakan Dan Untuk  Mendorong Terwujudnya Keamanan Produk Unggas Yang Asuh” dan ditetapkan sebagai Profesor Bidang Ilmu Bioteknologi Pakan Unggas. ning-iriyanti1 Alumnus Doktor dari Fakultas Peternakan UGM menyampaikan bahwa penggunaan antibiotik sebagai imbuhan pakan yang tidak semestinya akan menyebabkan produk ternak unggas yang dihasilkan menjadi tidak aman dikonsumsi,  hal ini bertentangan dengan  UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta PP No. 28 tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan, UU No. 7/1996 tentang Pangan dan Peraturan Menteri Kesehatan No.722/1988 yang dituangkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI-01-0222-1995) dan Pasal 78 UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.  Kondisi ini menyebabkan peningkatan pada penggunaan bahan–bahan alami sebagai imbuhan pakan untuk menghasilkan pangan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). “Bahan alami yang mengandung pakan fungsional dan banyak terdapat di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi fitogenik, enzim, probiotik, dan prebiotik, selain mempunyai fungsi dasar (kandungan nutrien) juga dapat meningkatkan produktivitas ternak, menekan angka kematian, dan memperbaiki rasio konversi pakan,  meningkatkan status kesehatan serta mengurangi risiko penyakit,” bebenrya. Penelitian tentang pakan fungsional yang dilakukan oleh Prof.Dr.Ir. Ning Iriyanti,MP. dimulai dengan penelitian penggunaan minyak ikan lemuru sebagai pakan sumber omega-3. Arah penelitian selanjutnya adalah upaya menghasilkan agen hayati penghambat histamin yang dapat menyebabkan berbagai gangguan antara lain alergi, gatal-gatal dan keracunan.  Penelitian berikutnya adalah upaya menghasilkan probiotik isolat indegenous yang berasal dari isi saluran cerna ayam kampung dan itik lokal. ning-iriyanti2 Optimalisasi hasil penelitian dilakukan penggabungan antara minyak ikan lemuru sebagai sumber omega-3;isolat antihistamin, isolat indegenous mikroba  Lactobacillus sp.asal  saluran cerna ayam kampung dan itik sebagai probiotik, mejadi pakan fungsional yang diberikan untuk ayam broiler dan ayam kampung. Penggunaan minyak ikan lemuru 5% sebagai sumber omega-3 untuk menghasilkan produk ternak unggas yang ASUH  diperoleh hasil yaitu  Profil reproduksi ayam kampung jantan dan betina meningkat serta menghasikan telur ayam kampung yang rendah lemak SAFA (Saturated Fatty Acid) 56,72-85,41%;MUFA (Mono Unsaturated  Fatty Acid) 2,21-3,16 %;  PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid) 5,9-7,49 % ;dan Kandungan kolesterol   106,66-158,8  mg/g. Penelitian yang kedua adalah penggunaan perbandingan minyak ikan lumuru dengan  minyak sawit  dengan perbandingan 4:3 diperoleh hasil lemak telur  sebesar 13,65-16,43%;kolesterol 63,06-120,053 mg/g;asam lemak tidak jenuh 66,17-71,27%;asam lemak omega-3 sebesar 1,05-2,43 mg/g;asam lemak omega-6 sebesar 0,85-11,56mg/g. Selain itu Prof.Dr.Ir.Ning Iriyanti,MP. juga pernah melakukan penelitian tentang  Penggunaan berbagai jenis probiotik (BAL/Bakteri asam laktat  Lactobacillus sp., dan Bacillussp.) dan lain sebagainya. (Red)