Mensos: Tiap Kartu Multifungsi Dilengkapi PIN Pengaman

Mensos: Tiap Kartu Multifungsi Dilengkapi PIN Pengaman
Probolinggo, Obsessionnews.com - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, electronic warung gotong royong merupakan bantuan sosial (bansos) non tunai yang diperuntukkan bagi warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH). “Penulisannya benar tidak salah tulis e-warong, yaitu kependekan dari electronic warung gotong royong bagi setiap penerima PKH, ” ujar Mensos di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2016). Melalui e-warong, kata Mensos, warga penerima PKH akan menerima satu kartu multifungsi yang nantinya akan diisi setiap bulan Rp 110 ribu dan bisa  digunakan untuk transaksi atau belanja empat kebutuhan pokok. “Peneriam PKH akan menerima satu kartu multifungsi setiap bulan dan bansos ditransfser ke dalam kartu yang bisa dibelanjkan empat kebutuhan pokok, ” ucapnya. Keempat kebutuhan pokok yang tersedia di e-warong, yaitu beras, gula pasir, minyak goreng dan tepung. Di luar empat kebutuhan pokok tersebut, tidak bisa karena system sudah dikunci atau di-lock. “Di e-warong peneriam PKH bisa membelanakan uang yang ada di dalam kartu dengan empat kebutuhan pokok, yaitu beras, gula pasir, minyak goreng dan tepung, sehingga di luar empat barang tidak bisa karena system sudah di-lock, ” tandasnya. Selain itu, di e-warong tidak saja menyedikan beras biasa, tapi juga beras dengan kualitas medium, premium hingga super pun tersedia. “Di e-warong tidak saja menyediakan beras biasa. Tapi beras dengan kualitas medium, premium dan super pun tersedia. Jadi, banyak pilihan,” katanya. Jika suplai listrik memadai bisa ditambah freezer untuk menjual dan menyimpan daging kerbau. Tentu saja, daging kerjbau yang dijual dengan kualitas harga bersaing dibanding warung atau pasar setempat. “Harga daging kerbau di pasaran Rp 110 ribu per kilogram. Di e-warong Rp 65 ribu dan bisa dijual dengan ukuran satu ons Rp 6500, sehingga menjadi terjangkau warga penerima PKH,” tandasnya. Setiap kartu dipastikan kartu yang diterima penerima PKH dipastikan dilengkapi dengan Personal Identification Number (PIN), yaitu angka sandi rahasia antara pengguna dan sistem yang bisa digunakan otentikasi pengguna pada system. “Penerima kartu PKH tidak bisa menggadaikan, karena setiap kartu dilengkapi PIN yang hanya bisa digunakan pemilik untuk membeli kebutuhan pokok di e-warong, ” katanya. Dalam pelaksanan di lapangan, terkait bagaimana cara menggunakan kartu, memasukan PIN, dan belanja non tunai di e-warong akan dibantu oleh para pendamping PKH. “Sebagian besar penerima bansos PKH non tunai baru pertama kali mengguanakn kartu, sehingga untuk menggunakan kartu dan cara memasukan PIN akan dibantu para pendamping PKH, ” tegasnya. (Dudy Supriyadi)