Akbar: Novanto Jadi Ketua DPR Sangat Tidak Etis

Jakarta, Obsessionnews.com - Wacana pengangkatan kembali Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI terus menguat, setelah ada putusan dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang mengembalikan nama baik Novanto pasca terlibat kasus 'papa minta saham'. Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tandjung menilai hal tersebut tidak sepatutnya terjadi. Ia juga menyayangkan mengapa MKD mengembalikan nama baik Novanto. Padahal MKD sendiri sudah menyimpulkan Novanto diberi pelanggaran sedang. "Pada waktu itu kan MKD menyimpulkan bahwa yang bersangkutan melakukan pelanggaran sedang, dan Fraksi Golkar bahkan menilai melakukan pelanggaran berat. Oleh karena itu pegangan kita," kata Akbar Tandjung di Jakarta, Jumat (30/9/3016). Akbar juga menuturkan, saat itu Novanto lebih dulu mengajukan pengunduran diri sebagai Ketua DPR sebelum ada jatuhkan sanksi. Ini artinya, kata dia pengembalian nama baik tidak ada kaitanya dengan wacana kembali pengangkatan Novanto sebagai Ketua DPR. "Sebelum MKD mengambil keputusan, tindakan dia kan mundur. Berarti statusnya sudah mundur dari ketua DPR," kata Akbar. Mantan Ketua DPR ini juga meminta Golkar mendengar aspirasi dari masyarakat. Di mana semua masyarakat tahu Novanto dengan jabatanya sebagai Ketua DPR pernah melakukan pelanggaran etik. Sehingga wacana menjadikan dia sebagai Ketua DPR sebaiknya dihentikan. "Saya pikir apa yang sudah dilakukan Setya Novanto menyatakan dia mundur dan MKD sudah menyatakan sebagai pelanggaran. Seorang pimpinan ya tentu harus dilihat, etis itu kan penting. Publik menilai pimpinan dari segi etis," pungkasnya. (Albar)





























