Pekan Depan, Polda Jatim Lihat Uang Dimas Kanjeng di Padepokannya

Jakarta, Obsessionnews.com - Penyidik Polda Jawa Timur (Jatim) telah menyita barang bukti dari pemilik Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi di Probolinggo, Jawa Timur. Namun, Polisi belum menyita barang bukti berupa uang yang digudangkan untuk dilipatgandakan. Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul menyampaikan, untuk barang bukti berupa uang, Polda Jatim pekan depan akan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melihat jumlah uang yang ada di padepokan itu. "Minggu depan penyidik akan ke TKP melihat langsung uang tersebut," ujar Martinus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (29/9/2016). [caption id="attachment_27449" align="aligncenter" width="300"]
Martinus Sitompul[/caption] Sebelumnya, enyidik Polda Jawa Timur telah menyita sejumlah barang bukti dari pemilik Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi di Probolinggo, Jawa Timur. Dari penyitaan barang bukti tersebut, polisi menemukan Ballpoint Ladoni warna hitam dari Dimas Kanjeng. "Katanya dengan barang ini dia bisa langsung bicara tujuh bahasa," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri. Selain itu, polisi juga menemukan ATM dan tulisan Arab di kertas dengan uang ribuan lembar. "Uang itu katanya dilipat yang kegunaannya setiap hari uang akan bertambah Rp5 juta," katanya. Barang bukti berikutnya adalah ditemukan kantong merah yang berisi perhiasan berupa kalung dan gelang. "Pengakuan dari Taat Pribadi, ini berguna. Kalau perhiasan diambil setiap hari maka tidak akan habis," pungkasnya. (Purnomo)
Martinus Sitompul[/caption] Sebelumnya, enyidik Polda Jawa Timur telah menyita sejumlah barang bukti dari pemilik Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi di Probolinggo, Jawa Timur. Dari penyitaan barang bukti tersebut, polisi menemukan Ballpoint Ladoni warna hitam dari Dimas Kanjeng. "Katanya dengan barang ini dia bisa langsung bicara tujuh bahasa," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri. Selain itu, polisi juga menemukan ATM dan tulisan Arab di kertas dengan uang ribuan lembar. "Uang itu katanya dilipat yang kegunaannya setiap hari uang akan bertambah Rp5 juta," katanya. Barang bukti berikutnya adalah ditemukan kantong merah yang berisi perhiasan berupa kalung dan gelang. "Pengakuan dari Taat Pribadi, ini berguna. Kalau perhiasan diambil setiap hari maka tidak akan habis," pungkasnya. (Purnomo) 




























