Jakarta Rusun Festival Ajak Anak Rusun Berjuang Raih Mimpi

Jakarta – Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, YayasanCahayaKasih Tunas Bangsa (YCKTB), Adamantis Production & Footballicious mengumumkan hadirnya kembali kompetisi Jakarta Rusun Festival, ajang kompetisi sepakbola dan seni bagi anak-anak rusun di Jakarta. Tahun lalu, saat masih bertajuk Jakarta Football Festival Rusun Cup (JFFRC), kompetisi ini berhasil membawa 12 anak rusun ke Barcelona & Madrid (Spanyol) untuk melihat tempat latihan para pemain dunia, mereka juga berkesempatan bertanding dengan club junior Inter Espana di Madrid dan memenangkan pertandingan tersebut. "Saya tidak pernah bermimpi bias menjadi pemain sepakbola, sampai tahun kemarin saya ikut lomba sepakbola di rusun, tim saya yang menjadi pemenangnya dan kita sangat senang bias dapat pelatihan sepakbola dari pelatih yang hebat. Saya juga bias melihat langsung tempat latihan bintang sepakbola dunia di Barcelona," kata Muhammad Sobri, salah satu tim pemenang kompetisi sepakbola yang juga meraih MVP & Top scorer dari Rusunawa Daan Mogot.
Ajang tahunan ini akan digelar kembali pada bulan Oktober-November mendatang, dengan nama baru yakni Jakarta Rusun Festival 2016 (JRF). Dengan mengusung tagline: "KAMI (anak rusun) BISA", JRF 2016 diperuntukkan bagi anak-anak yang tinggal di 22 Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) di wilayah DKI Jakarta. JRF sudah berhasil menyalurkan potensi besar anak-anak rusun, Ketua Umum JRF, David Wiranata berharap acara ini bias memberikan sikap positif, apresiatif dan juga motivasi pada anak-anak rusun terhadap olahraga, seni, maupun kebudayaan nasional, sehingga nantinya mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif.
Acara ini juga dapat mengubah stigma masyarakat Jakarta terhadap warga rusun, bahwa warga rusun bukanlah orang yang terbuang, atau dikesampingkan. Tetapi juga warga DKI Jakarta yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan warga lainnya. "Melihat antusiasme anak-anak rusun mengikuti kompetisi sepakbola tahun kemarin, saat ini kami kembali lagi hadir untuk mewadahi potensi-potensi anak rusun untuk mencapai cita-citanya. Tahun ini kita juga mengajak anak-anak rusun perempuan yang memiliki minat di bidang seni (menari dan menggambar) untuk ikut serta dalam JRF," tambah David.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ahok pun menyatakan dukungannya terhadap JRF 2016. Ahok optimis anak-anak rusun bias menyalurkan bakat, potensi, dan cita-cita mereka. Lewat ajang yang positif ini, Ahok ingin anak-anak rusun meraih cita-cita dan mendapatkan pengalaman di bidang olahraga maupun seni. "Semua tahu yang bias menyatukan banyak orang dengan berbagai latar belakang adalah sepakbola. Saya berharap Jakarta Rusun Festival bias menjadi salah satu wadah pembinaan sepakbola dan seni bagi anak-anak di Jakarta. Saya yakin, dari event ini kelakakan lahir pemain kelas dunia,” kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Kita tahu, banyak bintang sepakbola dunia dilahirkan dari kompetisi usia dini di lingkungan perumahan kota-kota besar. Sebut saja Christian Ronaldo, Lionel Messi, Zinedine Zidane, Ronaldinho, Roberto Carlos, Thierry Henry, hingga legenda sepakbola Maradona dan juga Pele, berhasil menjadikan kompetisi usia dini sebagai jembatan untuk meningkatkan taraf hidup mereka kelak. Bukan tak mungkin, jika nantinya akan lahir seorang bintang besar dari ajang ini yang mengharumkan nama bangsa di ranah internasional. (Ali)
Ajang tahunan ini akan digelar kembali pada bulan Oktober-November mendatang, dengan nama baru yakni Jakarta Rusun Festival 2016 (JRF). Dengan mengusung tagline: "KAMI (anak rusun) BISA", JRF 2016 diperuntukkan bagi anak-anak yang tinggal di 22 Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) di wilayah DKI Jakarta. JRF sudah berhasil menyalurkan potensi besar anak-anak rusun, Ketua Umum JRF, David Wiranata berharap acara ini bias memberikan sikap positif, apresiatif dan juga motivasi pada anak-anak rusun terhadap olahraga, seni, maupun kebudayaan nasional, sehingga nantinya mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif.
Acara ini juga dapat mengubah stigma masyarakat Jakarta terhadap warga rusun, bahwa warga rusun bukanlah orang yang terbuang, atau dikesampingkan. Tetapi juga warga DKI Jakarta yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan warga lainnya. "Melihat antusiasme anak-anak rusun mengikuti kompetisi sepakbola tahun kemarin, saat ini kami kembali lagi hadir untuk mewadahi potensi-potensi anak rusun untuk mencapai cita-citanya. Tahun ini kita juga mengajak anak-anak rusun perempuan yang memiliki minat di bidang seni (menari dan menggambar) untuk ikut serta dalam JRF," tambah David.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ahok pun menyatakan dukungannya terhadap JRF 2016. Ahok optimis anak-anak rusun bias menyalurkan bakat, potensi, dan cita-cita mereka. Lewat ajang yang positif ini, Ahok ingin anak-anak rusun meraih cita-cita dan mendapatkan pengalaman di bidang olahraga maupun seni. "Semua tahu yang bias menyatukan banyak orang dengan berbagai latar belakang adalah sepakbola. Saya berharap Jakarta Rusun Festival bias menjadi salah satu wadah pembinaan sepakbola dan seni bagi anak-anak di Jakarta. Saya yakin, dari event ini kelakakan lahir pemain kelas dunia,” kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Kita tahu, banyak bintang sepakbola dunia dilahirkan dari kompetisi usia dini di lingkungan perumahan kota-kota besar. Sebut saja Christian Ronaldo, Lionel Messi, Zinedine Zidane, Ronaldinho, Roberto Carlos, Thierry Henry, hingga legenda sepakbola Maradona dan juga Pele, berhasil menjadikan kompetisi usia dini sebagai jembatan untuk meningkatkan taraf hidup mereka kelak. Bukan tak mungkin, jika nantinya akan lahir seorang bintang besar dari ajang ini yang mengharumkan nama bangsa di ranah internasional. (Ali) 




























