Perajin Keris Sumenep Mengeluh Pasarkan Produk Harus Ijin Polisi

Perajin Keris Sumenep Mengeluh Pasarkan Produk Harus Ijin Polisi
Sumenep, Obsessionnews.com - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga meminta perajin keris di Sumenep, Jawa Timur membentuk koperasi sebagai wadah untuk berurusan dengan pihak kelembagaan pemerintah maupun kepolisian. Pernyataan itu disampaikan Menkop Puspayoga saat berkunjung ke pusat perajin keris di Desa Aeng Tongtong, Sumenep, Jatim, Minggu (25/9/2016). Sekaligus menjawab keluhan dari perajin karena pemasaran produk mereka  harus mendapat izin dari kepolisian. "Saya minta agar perajin sebaiknya membentuk koperasi sehingga koperasi yang akan datang ke Polres untuk mendapat izin. Tidak perlu lagi satu-satu perajin meminta izin ke Polres. Termasuk kalau perajin mau ekspor, koperasi juga yang melakukan. Kalau sudah berbentuk koperasi akan lebih mudah berurusan dengan polisi," kata Puspayoga. Menkop menambahkan dengan terbentuknya koperasi, pihaknya juga mudah untuk melakukan pembinaan kepada perajin. Untuk melakukan ekspor bisa dibantu melalui Lembaga Layanan Pemasaran (LLP-KUKM). Menteri Puspayoga berharap Desa Aeng Tongtong menjadi percontohan pembentukan koperasi perajin keris. Dia yakin, kepolisian tidak berniat untuk mempersulit justru akan membantu perajin sebagai perajin yang memproduksi karya budaya bangsa. Perajin keris dari Sumenep mengadu ke Puspayoga karena pemasaran produk mereka  harus mendapat izin dari kepolisian. Prosedur ini dinilai mempersulit perajin karena setiap kali mengirim keris ke daerah lain maupun ekspor harus mendapat izin dari kepolisian. "Setiap kali harus membawa atau mengirim ke daerah lain harus ada izin dari Polres. Satu-satu perajin harus datang ke Polres untuk dapat izin. Padahal ini kan karya UKM, benda budaya," kata Kepala Desa Aeng Tongtong Taufik Rahman. Aeng Tontong merupakan salah satu dari tiga desa sentra kerajinan keris di Sumenep. Perajin di desa ini berjumlah 216 orang yang terbagi dalam tiga kelompok dan masing-masing kelompok berjumlah 72 orang. Desa Aeng Tongtong mampu memproduksi 300 keris per hari yang dipasarkan ke Surabaya, Jakarta dan ekspor ke Belanda. Total jumlah perajin di Sumenep hampir mencapai 600 orang. Terlebih lagi, Sumenep sudah mendapat pengakuan dari Unesco pada 2012 sebagai daerah penghasil keris. (Has)