Mendikbud Prioritaskan Pendidikan Indonesia Kawasan Timur

Mendikbud Prioritaskan Pendidikan Indonesia Kawasan Timur
Padang, Obsessionnews.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) memperioritaskan pembangunan pendidikan dari bagian timur Indonesia. Pembangunan pendidikan di bagian timur lebih diperirotaskan, bukan berarti Kemendikbud dibawah Menteri Profesor Muhadjir Effendy tidak memperhatikan wilayah lain. Pembangunan pendidikan di wilayah itu dibutuhkan, karena kesenjangan pendidikannya masih tinggi dibanding daerah lain. Menurut Muhadjir, persoalan pendidikan di Indonesia dipengaruhi sejumlah faktor, diantaranya masalah kesenjangan (disparitas). Kesenjangan pendidikan terjadi dilatarbelakangi tiga faktor yakni kesenjangan struktural yakni ketidaksanggupan untuk sekolah, kesenjangan cultural yakni budaya menganggap sekolah tidak penting, dan kesenjangan spasial karena tempat yang jauh dan terpencil. "Kartu Indonesia Pintar inilah cara kita membantu agar masyarakat miskin/ kurang mampu untuk dapat bersekolah," kata Muhadjir saat memberikan materi pada Seminar Nasional Pendidikan (semdik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (24/9/2016) siang. Selain itu, Kemendikbud fokus pada pendidikan keterampilan (vokasi). Sasaran dari perbaikan ini untuk melahirkan tenaga kerja yang trampil dan berdaya saing. Saat ini, struktur tenaga kerja di Indonesia seperti piramida tegak, dengan tenaga kerja yang tidak memiliki keterampilan sangat banyak. mendikbud-m2 Menurutnya, idealnya tenaga kerja berbentuk besar ditengah dan atas bawah mengerucut. Tenaga kerja terampol lebih banyak, sedangkan tenaga kerja profesional lebih sedikit. Demikian juga tenaga kerja yang kuang terampil, jumlahnya sedikit. "Model ini lebih ideal daripada yang ada sekarang dimana tenaga kerja yang tidak memiliki keterampilan sangat banyak. Oleh sebab itu pemerintah mendorong pendidikan vokasi agar pendidikan terampil dapat meningkat, sehingga dapat meningkatkan daya saing," ujarnya. Menurut Muhadjir, faktor lemahnya daya saing disebabkan karena tidak ada pendidikan berkarakter. Revolusi mental merupakan cara membentuk karakter bangsa. Pendidikan berkarakter difokuskan di SD, SLTP dan SLTA. "Fullday school bukan sekolah setaiap hari, tapi pentingnyan pendidikan karakter pada pendidikan dasar SD dan SLTP," sebutnya. Oleh karena itu, guru menjadi kunci penting dalam membangun karakter bangsa. Penting membuat guru menjadi sebuah profesi yang profesional. Seminar dengan tema profesi guru dan tantangan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean ini dibuka oleh Wagub Sumbar Nasrul Abit. Nasrul Abit berharap, pejabat yang ditempatkan di bidang pendidikan adalah orang yang profesional yaitu orang yang mempunyai pemikiran bagaimana menghadapi MEA dan tidak lagi teroritis. Pemikiran seperti ini harus sejalan hingga ke bawah, baik Dinas Pendidikan kabupaten hingga kecamatan. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)