HIPMI Edu: Perlu Diwujudkan Tungku Kepemimpinan Bangsa

HIPMI Edu: Perlu Diwujudkan Tungku Kepemimpinan Bangsa
Jakarta, Obsessionnews.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Edu menggelar Leader talk bertajuk Tungku Kepemimpinan Bangsa di PPM Managemen, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/9/2016). Ketua program HIPMI Edu, Pinpin Bhaktiar menyatakan program Leader Talk adalah merupakan bentuk keperdulian HIPMI akan bidang kepemimpinan dan pengembangannya. “Karena pengembangan kepemimpinan bangsa adalah kepentingan dari seluruh pihak,” ungkap Pinpin yang juga Founder Enterpreneur Club Indonesia (ECI) kepada Obsessionnews, Jumat (23/9/2016) sore. HIPMI melihat bangsa ini butuh sebanyaknya pemimpin, dan lebih jauh lagi bagaimana menghadirkan sebuah sistem proses untuk terlahirnya pemimpin. Bagaimana kepemimpinan bisnis baik melalui kepemimpinan usaha, kepemimpinan BUMN dan kepemimpinan Asosiasi bisnis mampu menjadi tungku masak bagi calon pemimpin bangsa Mantan  Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) milik BUMN Ismed Hasan Putro menyatakan setuju dengan istilah tungku, ini mengingatkan kembali akan semangat kesejatian Indonesia. Lebih jauh lagi ia menyampaikan, kepemimpinan di BUMN sebaiknya dilakukan dalam semangat pengabdian, karena jika sukses dalam kepemimpinan BUMN maka itu menjadi indikator untuk relevan memasuki level kepemimpinan berikutnya. Sementara Ketua umum HIPMI Bahlil Lahadalia yang turut hadir sebagai pembcara menjelaskan, kepemimpinan bangsa kedepannya harus banyak diisi oleh para pemimpin dalam kepemimpinan yang entrepreneurial. Kepemimpinan bangsa kedepannya harus terlahir secara by design. Lebih jauh lagi digambarkan asosiasi sangat relevan melahirkan para calon pemimpin bangsa. Doktor Anggawira sebagai Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI menambahkan, bahwa prinsip meritokrasi sebenarnya adalah tungku yang sangat baik untuk memasak  calon pemimpin masa depan. Selain itu, Boy Bayu Idisondjaya yang menjadi moderator event menggambarkan betapa Indonesia kedepannya sangat butuh pemimpin otentik yang berorientasi kinerja, berlandaskan integritas dan etika. (Popi Rahim)