382 Rumah Tertimbun Longsor dan Hanyut Air

Garut, Obsessionnews.com - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, sebanyak 382 rumah di Garut tertimbun tanah longsor dan hanyut terbawa arus banjir. Sedangkan, di Sumedang 4 rumah tertimbun dan 182 rumah disiagakan dan warganya diungsikan ke GOR setempat. “Kemarin saya meninjau ke lokasi bencana di Garut, terdapat 382 rumah tertimbun tanah longsor dan hanyut arus banjir. Sementara 4 rumah tertimbun di Sumedang, serta 182 rumah disiagakan dan warganya diungsikan ke GOR setempat,” ujar Mensos saat peluncuran e-warong di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat (23/9/2016). Proses komunikasi, kata Mensos, telah dilakukan dengan warga yang terdampak langsung bencana dan ditanyakan kepada mereka, apakah masih ingin bertahan dan tetap di lokasi sekarang atau ingin pindah ke lokasi yang lebih aman. “Sudah dilakukan proses komunikasi dengan warga yang terdampak langsung bencana, mereka semuanya menginginkan untuk pindah ke lokasi lebih aman, ” ucapnya.
Berdasarkan pengalaman dalam penanganan bencana alam di wilayah lain di Indonesia. Pilihan atau opsi relokasi ke tempat yang baru dan lebih aman merupakan solusi tepat untuk menyelamatkan warga dari daerah yang rawan bencana. “Hasil komunikasi langsung dengan warga yang terdampak bencana, semuanya sepakat ingin direlokasi ke tempat baru yang lebih aman. Artinya, mereka dipindah dari daerah-daerah berdasarkan perhitungan berbagai sisi yang tidak aman, sehingga reloksi menjadi yang solusi tepat, ” tandasnya. Untuk penanganan bencana, telah berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). “Insya Allah pemerintah daerah (pemda) Garut dan Sumendang sama-sama telah menyiapkan lahan untuk relokasi dan hunian baru. Kementerian Sosial (Kemensos) bertugas menyiapkan isi hunian atau perabotan rumah, ” tandasnya. (Dudy Supriyadi) 
Berdasarkan pengalaman dalam penanganan bencana alam di wilayah lain di Indonesia. Pilihan atau opsi relokasi ke tempat yang baru dan lebih aman merupakan solusi tepat untuk menyelamatkan warga dari daerah yang rawan bencana. “Hasil komunikasi langsung dengan warga yang terdampak bencana, semuanya sepakat ingin direlokasi ke tempat baru yang lebih aman. Artinya, mereka dipindah dari daerah-daerah berdasarkan perhitungan berbagai sisi yang tidak aman, sehingga reloksi menjadi yang solusi tepat, ” tandasnya. Untuk penanganan bencana, telah berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). “Insya Allah pemerintah daerah (pemda) Garut dan Sumendang sama-sama telah menyiapkan lahan untuk relokasi dan hunian baru. Kementerian Sosial (Kemensos) bertugas menyiapkan isi hunian atau perabotan rumah, ” tandasnya. (Dudy Supriyadi) 





























