Kekesalan Apa yang Membuat Boy Keluar dari PDI-P ?

Kekesalan Apa yang Membuat Boy Keluar dari PDI-P ?
Jakarta, Obsessionnews.com - Setelah mundur sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan (PDI-P) DKI Jakarta, Boy Sadikin semakin kecewa dengan mundur sebagai kader partai berlambang banteng tersebut. Surat kegundahan putra almarhum Bang Ali Sadikin, mantan Gubernur DKI Jakarta, itu sudah dilayangkan kepada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Sebenarnya apa yang menjadi alasan kegundahan politisi kawakan PDI-P yang berhasil ikut mengembalikan kejayaan Banteng, memenangkan Pemilu lalu itu? Bahkan, dari rumahnya di Jl. Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat itu, Boy sukses mengantarkan Jokowi-Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta, menumbangkan Foke-Nara. Dilanjutkan sukses memenangkan Jokowi-JK menjadi Presiden-Wapres, mengalahkan Prabowo-Hatta Rajasa. Banyak pula yang menduga, Boy menginginkan jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta, pasca Jokowi naik jadi Presiden RI dan Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta. Namun, Mega, sang Ketua Umum PDI-P, malah memasang mantan Wali Kota  Blitar Djarot Saiful Hidayat jadi Wagub DKI. Kekecewaan semakin memuncak, ketika pasangan itu kembali diusung untuk Pilkada tahun depan. Padahal awalnya, PDI-P sudah memiliki kader sendiri yang bakal digadang-gadang maju sebagai DKI-1. Bisa Boy sendiri, bisa juga Risma atau kader PDI-P lainnya. Secara notabene, Ahok masih kader Partai Gerindra meski sudah mengundurkan diri. Bukan kader tulen partai berlambang banteng tersebut. surat-boybaca juga:Boy Sadikin Dicalonkan, Harus SiapBoy Sadikin Bakal Dampingi Ichsanuddin Noorsy? Surat tertanggal Rabu (21/9/2016) tersebut menyatakan mundurnya Boy sebagai kader PDI-P. Surat ditujukan kepada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Terdapat tiga alasan, Boy mengundurkan diri. Berikut kutipan surat Boy tersebut: Kepada Yth.Ibu H. Megawati SoekarnoputriKetua Umum DPP PI PerjuanganPertama, Aspirasi saya tentang Kepala Daerah Provinsi DKI Jakarta berbeda dengan keputusan Ketua Umum DPP PDIP.Kedua, Perbedaan tersebut pada hemat saya akan berakibat negatif pada keutuhan dan soliditas PDIP dalam menghadapi Pemiihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.Ketiga, Saya secara pribadi tidak ingin menjadi beban PDIP, dan dapat secara bebas menyalurkan aspirasi saya kepada pihak lain yang berkesesuaian dengan isi hati nurani dan keyakinan pribadi saya.Saya berterima kasih yang sebesar-besarnya atas berbagai kesempatan berorganisasi yang pernah diberikan kepada saya. Dalam surat ini, saya juga mengajukan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas berbagai khilaf dan tindakan serta ucapan saya yang kurang menyenangkan selama saya menjadi anggota, kader bahkan pengurus PDIP di Provinsi DKI Jakarta. Demikian surat pernyataan ini, saya buat dengan sebenar-benarnya dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani dan tanpa ada tekanan serta paksaan dari pihak manapun.Hormat Saya, Boy B. SadikinTembusan: 1. DPP PDIP 2. DPD PDIP 3. Seluruh struktural PDIP 4. Seluruh kader PDIP 5. Arsip Redaksi sudah berulangkali mencoba mengonfirmasi masalah surat tersebut ke Boy Sadikin, namun belum ada jawaban. Kemungkinan yang bersangkutan akan mengumumkannya langsung ke awak media. Beredar kabar pula, Boy dirangkul oleh Ketua Umum Prabowo Subianto, untuk bergabung dan membawa kejayaan Partai Gerindra. Bahkan rumahnya di Jl. Borobudur, akan dijadikan Posko pemenangan Sandiaga Uno yang akan berhadapan dengan Ahok-Djarot. Kita tunggu saja. (Reza/Albar)