Berkeley Energy Tanam Investasi 12,5 Juta U$D di Sektor PLTMH di Sumbar

Padang, Obsessionnews.com - Berkeley Energy berinvestasi di Sumatera Barat (Sumbar) sebesar 12,5 Juta US Dollar di sektor Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH). Perusahaan ini bekerjasama dengan PT. Selo Kencana Energi. Senior Invesment Manager Berkeley Energy, Joost Van Acht mengatakan, sistem join dengan PT Selo Kencana ini adalah project pertama di Indonesia. PLTMH dengan kapasitas 2x4 Megawatt ini sudah beroperasi sejak 2014 bersama PT Selo Kecana Indonesia. Energi baru terbarukan ini terdapat di Lubukgadang, Kabupaten Solok Selatan (Solsel). ika terlaksana, ini merupakan projek pertama Berkeley Energy di Indonesia, sehingga dengan ada potensi besar ini, dalam pengembangan PLTMH akan bekerjasama dengan PT. Selo Kencana Energi. Joost tertarik menanamkan investasi di ssektor itu, karena potensinya sangat besar dan menjanjikan untuk masa depan. “Sumbar memiliki potensi alam sesuai dengan tipologi pengembangan PLTMH. Selain itu, masih sedikitnya jumlah PLTMH yang ada, dibandingkan dengan manfaat yang dihasilkan,” katanya disela-sela diskusi kegiatan diskusi sukses membangun dan mengelola PLTMH, di Gubernuran, Padang, Kamis (22/9/2106) siang. Selain potensinya yang menjanjikan, Joost berani berinvestasi setelah mendapat dukungan penuh dari pemerintah Indonesia. Setelah proyek yang pertama ini berjalan dan sukses, ke depan Berkeley Energy akan bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta pembangkit lokal untuk proyek. "Awal-awal ini project pertama kita dengan PT. Selo Kencana Energi menargetkan 200 MW yang tersebar di seluruh Indonesia. Selanjutnya kita akan mencari projek lain yang potensial,” katanya. Hal yang sama disampaikan Direktur PT. Selo Kencana Energi Eddy Sutedjo. Pasca proyek di Lubuk Gadang, Kabupaten Solsel beroperasi sejak dua tahun lalu, manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Perekonomi masyarakat berubah secara signifikan. Demikian juga kehidupan masyarakat setempat. "Listrik yang jam-jaman dan voltase naik turun menjadi stabil, jika ada pemadam mereka langsung hubungi pihak kami, masyarakat sangat antusias dengan ada listrik," sebutnya. Meski menjanjikan, banyak investor yang belum siap meliriknya, karena ketidakmatangan mereka untuk berinvestasi di sektor ini. Kendala ini ditemui karena terkendala perencanaan awal terutama dari segi teknis. "Mereka inginnya cepat selesai, sehingga terlantar dan projek berhenti ditengah jalan. Perencaan dari awal perlu dimatangkan sehingga tidak menemui kegagalah ditengah jalan," ujarnya. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)





























