Maftuh Basyuni, Tokoh Sukses Penyelenggara Haji Berpulang

Makkah, Obsessionnews.com- Umat muslim Indonesia kembali berduka dengan wafatnya salah satu tokoh bangsa, Muhammad Maftuh Basyuni, mantan Menteri Agama. Ia juga tokoh suksesnya penyelenggara Haji Indonesia. Almarhum berpulang ke rahmatullah di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Selasa (20/9) pukul 18.30 WIB, setelah sempat menjalani perawatan selama beberapa hari. Jenazah almarhum saat ini berada di rumah duka, Jalan Pengadegan Barat No 12 Kecamatan Pancoran, Jakarta dan rencananya akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Rabu (21/09), seperti dilansir laman Kemenag.go.id. baca juga:Hari Ini, 14 Kloter Jamaah Haji Pulang ke Indonesia11 Jemaah Haji Meninggal Hari IniIsu Visa Haji Berbayar, Akan Dicek Dubes Indonesia Maftuh tercatat sebagai Menteri Agama pada Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Salah satu tugasnya sebagai Menteri Agama adalah menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji. Bagaimana penilaian para petugas haji terhadap sosok menteri kelahiran Rembang, 77 tahun yang lalu ini? Media Center Haji (MCH) Kemenag sempat mewawancarai beberapa petugas haji yang pernah bekerja di bawah arahan Maftuh Basyuni: M Samidin Nashir, Kepala Satuan Operasional Armina (2005) "Pak Maftuh Basyuni adalah seorang reformis dalam penyelenggaraan ibadah haji. Saat saya membantu beliau menangani manajemen haji, banyak perubahan yang dilakukan beliau dalam penataan penyelenggaraan haji. Semua itu muaranya adalah memberikan kelancaran, kemudahan, dan keamanan terhadap jemaah haji sehingga mereka bisa melaksanakan ibadah hajinya dengan sebaik-baiknya." "Kebijakan paling menonjol, masalah pembentukan satuan operasional Armina pada tahun 2005. Semula Armina dibagi menjadi daker-daker tapi tidak efektif, akhirnya diubah menjadi Satop Armina yang terpadu penanganan atau pengendalian masalah pelayanan jemaah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina-Jamarat." "Setelah kita tata operasional Armina dengan manajemen yang biasa diterapkan di TNI Polri ketika menghadapi satu operasi, hasilnya luar biasa. Alhamdulillah yang biasanya kehadiran petugas di titik rawan sulit, apalagi pada jam-jam yang biasanya orang pada ngantuk, saat itu, petugas bisa siap tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan, baik di pos yang ada di Jamarat maupun Mina, sehingga tidak ada satupun jemaah ketika datang di tempat itu, tidak terlayani petugas." "Pak Maftuh seorang reformis, orang yang tegas, orang yang memegang teguh prinsip." M Samidin Nashir saat ini tercatat sebagai Katua Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI).Ali Rokhmad, Penilai Kinerja TNI Polri Sebagai Petugas Haji (2005) "Saya pernah mendampingi pak Qodri (alm) sebagai Irjen yang ditugaskan untuk melakukan penilaian kinerja terhadap keikutsertaan unsur TNI-Polri dalam keamanan/perlindungan jemaah haji. Penilaian itu diminta dari pihak dewan karena baru pertama kali dilakukan tahun 2005. Hasilnya positip dan dilanjutkan hingga saat ini di dalam PPIH Arab Saudi ada unsur pengamanan/perlindungan jemaah yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun." "Pak Maftuh sosok luar biasa. Dia Menteri Agama yang bisa menjadi panutan bagi kita semua, terutama birokrat kita, karena kesederhanaan dan pemikiran tentang pluralisme beragama. Beliau juga orang yang concern terhadap masalah manajemen dakwah, termasuk pembenahan manajemen penyelenggaraan haji sehingga mendapat gelar Doctor Honoris Causa di bidang Manajemen Dakwah dari Fakultas Dakwah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta." Ali Rokhmad saat ini tercatat sebagai Kepala Bidang Bimbingan Ibadah dan Pengawasan Kelompok Bimbingan pada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1437H/2016M.Arsyad Hidayat, Sekretaris Daker Makkah (2007) "Beliau sosok yang sangat tegas. Beliau juga integritasnya sangat tinggi. Komitmen terkait peningkatan pelayanan jemaah haji sangat terlihat. Beberapa peningkatan pelayanan saat beliau menjabat saya kira dapat dirasakan jemaah dan petugas yang ada di Arab Saudi dan Tanah Air." Arsyad Hidayat saat ini tercatat sebagai Kepala Daker Makkah pada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1437H/2016M.Jaetul Muchlis, Wakil Ketua PAM Subsektor 17 Mahbas Jin (2005 dan 2006) "Saya secara pribadi terkesan dengan sosok beliau. Karena di masa beliaulah pertama kali TNI Polri dilibatkan dalam PPIH Arab Saudi, antara tahun 2005 atau 2006. Waktu itu ada 30 personil TNI dan Polri yang dilibatkan beliau. Dikumpulkan sama beliau di ruangan khusus dan beliau menekankan dan mengharapkan TNI Polri memberikan kontribusi signifikan." "Saat itu beliau mengatakan jika TNI Polri memberikan kontribusi signifikan pada tahun ini, maka pada haji mendatang, kami minta 50% dari 30 orang yang diberangkatkan saat ini, diberangkatkan kembali. Saya termasuk satu dari 15 orang yang tahun berikutnya diberangkatkan kembali." "Sejak itu TNI Polri selalu dilibatkan. Beliau yang mengawali. Saat itu beliau mengatakan untuk lebih tertibnya penyelenggaraan haji, maka teman-teman TNI Polri dilibatkan. Walaupun saat itu banyak tantangan, beliau mengambil sikap ini." Jaetul Muchlis saat ini tercatat sebagai Kepala Satuan Operasional Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) pada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1437H/2016M. Ramon Andrias, dokter keluarga Muhammad M Basyuni (2004 - sekarang) "Pak Maftuh, orangnya tegas, tidak pernah mau diem. Sampai akhir hayat masih kerja. Dia megang Ketua BWI (Badan Wakaf Indonesia), di Yayasan Dharmais, sebagai ketua pengurus Masjid At tin. Dia tetap tegas, tidak peduli siapapun. Sekarang masjid at-Tin berubah." "Sampai sakit, dia panggil pengurus BWI untuk datang guna menyelesaikan masalah BWI. Dia orangnya tetap aktif jadi tidak bisa kita larang. Mungkin juga kalau beliau tidak kerja, mungkin bisa kapan-kapan sakitnya. Penyakit yang ini baru tiga bulan terdeteksi." "Pak Maftuh rutin general check up dan tidak pernah ketemu penyakitnya. Yang saya takutkan malah jantungnya. Alhamdulillah normal terus, kita control. Memang ada gangguan ginjal, tapi masih terkontrol lah. Yang sakit paru itu yang baru kita tahu tiga bulan terakhir ini." "Pak Maftuh orangnya tidak mau diam. Tetap kerja dan teguh dengan prinsip." Ramon Andrias saat ini tercatat sebagai Penghubung Kesehatan Daker Makkah pada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1437H/2016M.@reza_indrayana





























