Ekspedisi Oseanografi, Balitbang KP Gandeng LIPI

Ekspedisi Oseanografi, Balitbang KP Gandeng LIPI
Jakarta, Obsessionnews.com - Tahun 2016 Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) bekerjasama dengan Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2O LIPI) menyelenggarakan serangkaian ekspedisi oseanografi di perairan Indonesia bagian timur. Dari siaran pers yang diterima Obsessionnews.com, Rabu (21/9/2016) ekspedisi oseanografi ini akan mengukur beberapa parameter penting ini dimulai dari Pelabuhan Benoa Bali menuju ke Laut Banda, Maluku dan Sulawesi, Selat Makassar dan Lombok, dan berakhir di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta. ekspedisi-oseanografi2 Mengingat tahun 2016 adalah tahun La Nina, Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara menjadi kawasan yang sangat strategis, Dari hasil kajian, Peneliti Muda Bidang Oseanografi Anastasia Tisiana mengungkapkan bahwa pada saat terjadi La Nina Arlindo cenderung menguat, sehingga volume massa air yang dialirkan dari Samudera Pasifik ke Hindia akan lebih besar dan hal ini akan berdampak signifikan pada kondisi cuaca dan iklim regional dan global serta ekosistem laut di Indonesia. "Misi khusus yang diemban Balitbang KP melalui ekspedisi ini, yaitu memahami dinamika oseanografi di perairan dalam, mempelajari pertukaran massa air antara Samudera Pasifik, Hindia dan keterkaitannya dengan iklim dan kondisi ekosistem, mengumpulkan data untuk validasi output dari Infrastructure Development for Space Oceanography (INDESO) Project, dan menginventarisir keberadaan rumpon (fish aggregating devices)," tutur dia dalam siaran pers nya, Rabu (21/9). ekspedisi-oseanografi3 Ekspedisi oseanografi Indonesia timur ini dibagi menjadi leg leg, yaitu: (1) Ekspedisi Prediksi Dinamika Laut, berangkat dari Pelabuhan Benoa, Bali dan berakhir di Pelabuhan Ambon dengan wilayah kajian Laut Banda, lama ekspedisi 10 hari, dari tanggal 27 Agustus hingga 5 September 2016;(2) Ekspedisi INDESO Joint Expedition Program, berangkat dari Pelabuhan Ambon dan berakhir di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara dengan wilayah kajian Laut Maluku dan Sulawesi, lama ekspedisi 10 hari, dari tanggal 6 hingga 15 September 2016;(3) Expedition on the Transport, Internal Wave and Mixing in The Indonesian Through flow Region and Its Impact on Marine Ecosystem, berangkat dari Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara dan berakhir di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Jakarta dengan wilayah kajian Selat Makassar dan Lombok. ekspedisi-oseanografi4 Ekspedisi leg 3 selama 12 hari, dari tanggal 21 September hingga 2 Oktober 2016. Leg ke-1 dan 2 telah dapat dilaksanakan dengan baik. Pengukuran insitu dan pengambilan sampel air di sekitar 40 titik pengamatan telah dapat dilakukan dengan lancar, yang meliputi pengukuran temperatur dan salinitas, pengambilan sampel kualitas air, dan pengukuran arus terhadap kedalaman dan pCO2 secara underway di sepanjang jalur pelayaran. Pasca ekspedisi, tim peneliti yang terlibat dalam ekspedisi akan melakukan pengolahan dan analisis data hasil pengukuran, termasuk analisis sampel air di laboratorium dan melakukan analisis secara komprehensif fenomena oseanografis yang ada dengan menggunakan bantuan model numerik oseanografi. (Aprilia Rahapit)