AS Serang Markas Polisi Afghanistan, Delapan Tewas

Uruzgan - Pejabat keamanan di Provinsi Uruzgan, Afghanistan mengabarkan tewasnya delapan personil kepolisian negara itu dalam serangan udara militer Amerika Serikat ke kota Trinkut, pusat provinsi itu. IRNA (19/9) melaporkan, Rahimullah, Komandan polisi Shahrah, Uruzgan, Kandahar kepada media mengatakan, serangan itu dilakukan pada Ahad (18/9) petang ke sebuah pos polisi di Shahrah dan menewaskan delapan personil kepolisian Afghanistan. Kelompok Taliban mengumumkan, sejumlah tentara Afghanistan juga tewas dalam serangan udara militer Amerika di Trinkut tersebut. Zabiullah Mujahid, Juru Bicara Taliban di laman Twitternya mengklaim bahwa serangan Amerika ke pos polisi Afghanistan di Uruzgan dilakukan atas permintaan Jenderal Abdul Raziq, Komandan polisi Provinsi Kandahar. Militer Amerika, Juli 2015 juga menyerang sebuah markas militer Afghanistan di wilayah Chehel Tan, distrik Baraki Barak, Provinsi Logar dan menewaskan 10 tentara serta melukai empat lainnya. Fazal Hadi Muslimyar, Ketua Senat Afghanistan pasca serangan udara Amerika itu mengatakan, ini adalah kejahatan perang, pasalnya tidak ada satupun pertempuran yang terjadi di wilayah itu. Ia meminta pemerintah Afghanistan untuk melakukan aksi balasan atas serangan Amerika tersebut. [caption id="attachment_151871" align="aligncenter" width="640"]
Malcolm Turnbull, PM Australia[/caption] Australia Menyesal Ikut Serang Malcolm Turnbull, Perdana Menteri Australia mengklaim bahwa serangan jet-jet tempur negara itu atas pasukan Suriah yang menewaskan sekitar 100 tentara adalah "kesalahan yang telah terjadi" dan ia menyesalkan hal itu. IRNA (18/9) melaporkan, PM Australia yang tengah berada di New York, Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan Majelis Umum PBB menuturkan, begitu diumumkan bahwa serangan udara tersebut menyasar pasukan Suriah, saat itu juga serangan langsung dihentikan. Di tengah situasi gencatan senjata Suriah yang sudah disepakati Amerika dan Rusia, jet-jet tempur koalisi internasional termasuk pesawat-pesawat Australia justru menyerang pasukan Suriah yang sedang berperang melawan kelompok-kelompok teroris. (ParsToday)
Malcolm Turnbull, PM Australia[/caption] Australia Menyesal Ikut Serang Malcolm Turnbull, Perdana Menteri Australia mengklaim bahwa serangan jet-jet tempur negara itu atas pasukan Suriah yang menewaskan sekitar 100 tentara adalah "kesalahan yang telah terjadi" dan ia menyesalkan hal itu. IRNA (18/9) melaporkan, PM Australia yang tengah berada di New York, Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan Majelis Umum PBB menuturkan, begitu diumumkan bahwa serangan udara tersebut menyasar pasukan Suriah, saat itu juga serangan langsung dihentikan. Di tengah situasi gencatan senjata Suriah yang sudah disepakati Amerika dan Rusia, jet-jet tempur koalisi internasional termasuk pesawat-pesawat Australia justru menyerang pasukan Suriah yang sedang berperang melawan kelompok-kelompok teroris. (ParsToday) 




























