Fashion Show Batik Semarakkan PON XIX

Fashion Show Batik Semarakkan PON XIX
Bandung, Obsessionnews.com - Fashion  Show batik motif PON XIX 2016 dan Nasionalis semarakkan suasana PON di Bandung Jawa Barat. Seperti penjelasan pembuatnya sekaligus pengajar pembuatan batik Azizah Talitha Dewi, Jumat (16/9/2016) dalam pameran batik dan fashion show bertajuk Nasionalisme dan PON XIX 2016 di Trans Studio Mall Bandung. "Kebetulan kita juga sedang merilis launching satu produk baru yaitu batik prodo yang produk-produknya yang memang temanya kebetulan itu sesuai dengan jiwa nasionalis, memang satu pasang itu sudah kebaya yang warnanya merah putih Hari Kemerdekaan," ujar Azizah pemilik galery Azizah dan dnyonyah dikawasan jalan Batik Kumeli ini. Menurut Azizah sekaligus bertema tentang kemerdekaan dan PON, mengadopsi tentang alam Indonesia dan kekayaan alam Indonesia seperti ada batik pagi yang mensyaratkan bahwa Indonesia subur makmur, kemudian alam serta renungan pegunungan  yang memang selaras budaya dari masyarakat Indonesia, tanah legenda, tanah leluhur yang memang kayak. "Sekarang itu ya orang cenderung berpersepsi tentang batik ini ada batik dari Pantura atau Cirebonan, tapi saya pikir motif semua itu sangat menarik," tegasnya. Sampai saat ini batik masih diminati dan cenderung melihat sekarang itu lebih ke kontemporer dari perpaduan warna-warna dari sejumlah daerah. Azizah dan nyonya sendiri sebagai pembuat dan pengajar pembuatan batik menilai sebetulnya bukan persoalan, namun sebuah proses penulisan tercantik yang dikolaborasikan berbagai motif dari seluruh referensi batik daerah yang ada harus menjadi prioritas. Semakin suli pembuatan batik akan semakin mahal harganya minimal Rp 2 juta  karena untuk satu lembar kain batik ukuran 90 cmx150cm, dalam pembuatannya  memakan waktu cukup panjang  mulai dari penggambaran, pencantingan dan pewarnaan. "Kita cenderung memakai pewarna bahan alami warna dengan motif dari semua daerah di Indonesia yang kaya dan subur makmur, " katanya. Azizah berharap generasi muda berminat untuk mempelajari dan melanjutkan budaya bangsa dengan menjadi pengusaha atau pengrajin batik,  sehingga ciri khas bangsa Indonesia tetap dimiliki.  (Dudy Supriyadi)