Jokowi Minta Latihan TNI Dirutinkan dan Update Alutsista

Situbondo, Obsessionnews.com - Presiden Jokowi bangga melihat proses pendaratan pasukan Marinir dan penembakan artileri dalam lanjutan latihan Armada Jaya TNI Angkatan Laut ke-34 Tahun 2016 di Situbondo, Jawa Timur. Presiden pun mendukung latihan ini rutin dilakukan dalam upaya mengupdate alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki TNI. Presiden Jokowi pada hari kedua kunjungan kerjanya ke Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, berkesempatan meninjau pantai Banongan untuk menyaksikan proses pendaratan pasukan Marinir dan penembakan artileri dalam lanjutan latihan Armada Jaya TNI Angkatan Laut ke-34 Tahun 2016. Didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Presiden menumpangi tank bertuliskan Indonesia 1. Presiden berdiri di bagian depan tank sambil mengenakan jaket biru dan topi di bagian kepala. Tank yang membawa rombongan terbatas bergerak dari pantai Banongan menuju pos titik tinjau T.12 sebagai pusat latihan tempur Karang Tekok, Baluran. Di lokasi ini Presiden Jokowi menyaksikan penembakan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL dan demo Pasukan Marinir. Diakhiri dengan menuliskan pesan dan kesan di kain kanvas. "Kalau kemarin kita lihat pertempuran di laut dan kita lihat tadi pagi pendaratan Amfibi di pantai juga kita lihat dan ini pertempuran di darat oleh Marinir sudah kita lihat. Tahapan-tahapan bagaimana menguasai sebuah wilayah dah kelihatan," ujar Jokowi kepada wartawan di pos titik tinjau T.12, Situbondo, Jatim, Kamis (15/9/2016). "Latihan-latihan seperti ini akan terus kita lakukan dalam rangka mengupdate, memperbaiki. Latihan-latihan yang disesuaikan dengan senjata-senjata strategis yang kita miliki. Akan terus dilakukan rutin," tambah Presiden Jokowi. Usai meninjau latihan Armada Jaya ke-34 Tahun 2016, Presiden Jokowi dan rombongan terbatas menuju Helipad Puslatpurmar 5 Baluran, Karang Tekok, Kecamatan Banyuputih. Selanjutnya menuju bandar udara Internasional Juanda Surabaya dengan menumpangi helikopter Super Puma TNI AU. TNI Angkatan Laut menggelar latihan perang Armada Jaya berlangsung pada 13-16 September 2016 dengan melibatkan sekitar 7.558 prajurit TNI AL serta berbagai macam alutsista atau material tempur. Ke-7.558 personil TNI AL yang dilibatkan dalam latihan perang ini, diantaranya dengan rincian 800 personil pelaku latihan posko latposko dan 6.758 personel pelaku manuver lapangan. Untuk alutsista TNI AL yang digunakan antara lain 40 unsur KRI dari berbagai jenis, 9 pesawat udara dan helikopter, 69 kendaraan tempur dan 78 kendaraan taktis marinir. Latihan ini mengambil tema TNI AL melaksanakan operasi pertahanan pantai, operasi laut gabungan, operasi amfibi, dan operasi pendaratan administrasi di wilayah timur Indonesia, dalam rangka mempertahankan kedaulatan NKRI. (Has)





























