Imbas Tingginya Risiko Pasar Saham Global, IHSG Kemarin Terkoreksi 1,3 Persen

Jakarta, Obsessionnews.com - Tekanan jual kembali mendominasi perdagangan saham kemarin, Selasa (13/9/2016) di tengah tipisnya nilai transaksi di pasar reguler yang hanya mencapai Rp4,8 triliun. Menurut pengamat pasar modal, David Sutyanto, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 66,350 poin (1,3 persen) di 5215,567 terimbas meningkatnya resiko pasar saham global dan kawasan. Ia menuturkan, arus keluar dana asing dari pasar saham kemarin mencapai Rp378 miliar mengindikasikan risiko capital outflow meningkat. Sementara itu nilai tukar rupiah berdasarkan kurs Jisdor melemah 0,5 persen di Rp13151 per US dolar. Koreksi IHSG kemarin terjadi di tengah sentimen positif dari perkembangan ekonomi China menyusul data produksi pabrikan China Agustus lalu naik 6,3 persen (yoy) di atas estimasi ekonom 6,2 persen dan angka bulan sebelumnya 6 persen. "Penjualan ritel Agustus di China juga naik 10,6 persen (yoy) di atas perkiraan dan bulan sebelumnya masing-masing tumbuh 10,2 persen (yoy). Pasar lebih mengkhawatirkan meningkatnya risiko capital outflow menyusul spekulasi bank sentral utama dunia mulai melakukan kebijakan normalisasi dengan mengurangi likuiditas di pasar," ujarnya, Rabu (14/9). (@aprilia_rahapit)





























