Kita Diajak Teladani Sifat Kenabian Ibrahim dan Ismail

Malang, Obsessionnews.com - Dalam rangka merayakan Idul Adha tahun 1437 H, Anggota Komisi X DPR RI, HM Ridwan Hisjam mengajak kepada masyarakat untuk merenungi kembali kisah yang penuh keteladanan perjalanan hidup dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS dan Siti Hajar. Ridwan menuturkan, jika kembali membaca kisah tersebut, akan jelas terlihat bahwa hewan ternak yang dikurbankan adalah sebuah simbol semata. Makna yang lebih dalam dari itu kata dia adalah ketakwaan dan keikhlasan dari manusia dalam mengorbankan atau memberikan sesuatu yang dicintainya, yang terbaik, untuk mendekatkan diri kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa. "Kurban berasal dari kata qurban yang berarti mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah Qurban juga merupakan wujud syukur kita atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT," ujar Ridwan dalam keterangan tertulisnya, Senin 11 September 2016. Semangat berkorban dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, juga sangat penting dan sangat dibutuhkan. Ridwan kembali mengingatkan jasa-jasa para pahlawan yang sudah rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, berkorban untuk kemerdekaan dengan berkurban saat Idul Adha wujudnya memang berbeda. Namun, kata dia, jika dilakukan dengan niat ikhlas, hakikatnya relatif sama, yaitu mendekatkan diri kepada Allah dan mengharapkan ridho Allah SWT. "Saat ini tugas kita adalah meneruskan perjuangan para pahlawan, mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif, bekerja keras untuk mencapai kemajuan agar kita menjadi bangsa yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain," tuturnya.
Legislator asal Malang Raya, Jawa Timur ini yakin, bila masyarakat bisa menanamkan semangat korban dalam kehidupan sehari-hari maka, berbagai penyakit sosial seperti keserakahan, kemiskinan, dan atau korupsi tidak ada lagi. "Karena semangat korban itu intinya berbagi dari apa yang kita miliki, sementara korupsi justru mengambil hak orang lain," terangnya. Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI ini memaparkan, dalam keadaan ekonomi yang sering fluktuatif bahkan mungkin melemah seperti saat ini, pengorbanan sangat dibutuhkan. Contoh kecil adalah soal kebersihan, rela mengorbankan sedikit waktu untuk bergotong royong membersihkan lingkungan dan fasilitas umum. "Ini merupakan sebuah pengorbanan yang sangat besar artinya dan bernilai ibadah jika dilakukan secara ikhlas karena Allah. Ada banyak bentuk pengorbanan lainnya yang bisa kita lakukan," imbuhnya. Terakhir, Ridwan mengajak kepada semua untuk menjadikan Idul Adha kali ini sebagai momentum untuk berkorban dalam bentuk apapun wujudnya. "Ber-Idul Adha diiringi keikhlasan berkorban dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan terus-menerus berbuat akan memberikan karya nyata untuk kemajuan bangsa dan negara menuju Indonesia berkarya nan aman, adil, damai, sejahtera," pungkas Ridwan. (Albar)
Legislator asal Malang Raya, Jawa Timur ini yakin, bila masyarakat bisa menanamkan semangat korban dalam kehidupan sehari-hari maka, berbagai penyakit sosial seperti keserakahan, kemiskinan, dan atau korupsi tidak ada lagi. "Karena semangat korban itu intinya berbagi dari apa yang kita miliki, sementara korupsi justru mengambil hak orang lain," terangnya. Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI ini memaparkan, dalam keadaan ekonomi yang sering fluktuatif bahkan mungkin melemah seperti saat ini, pengorbanan sangat dibutuhkan. Contoh kecil adalah soal kebersihan, rela mengorbankan sedikit waktu untuk bergotong royong membersihkan lingkungan dan fasilitas umum. "Ini merupakan sebuah pengorbanan yang sangat besar artinya dan bernilai ibadah jika dilakukan secara ikhlas karena Allah. Ada banyak bentuk pengorbanan lainnya yang bisa kita lakukan," imbuhnya. Terakhir, Ridwan mengajak kepada semua untuk menjadikan Idul Adha kali ini sebagai momentum untuk berkorban dalam bentuk apapun wujudnya. "Ber-Idul Adha diiringi keikhlasan berkorban dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan terus-menerus berbuat akan memberikan karya nyata untuk kemajuan bangsa dan negara menuju Indonesia berkarya nan aman, adil, damai, sejahtera," pungkas Ridwan. (Albar) 




























