Tahun 2017, Kemendes Luncurkan Satu Desa Satu Produk

Padang, Obsessionnews.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tahun 2017 mendatang menerapakan program satu desa satu produk. Program itu diluncurkan untuk meningkatkan perekonomian di tingkat desa/nagari. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Sandjojo mengatakan, pengelolaan skala ekonomi desa di Indonesia belum tertata dengan baik. Dengan pengelolaan dengan baik, diharapkan, perekonomian desa/nagari meningkat. Pengelolaan skala ekonomi belum tertata dengan baik, seperti di sektor pertanian. Pola tanam para petani perlu ditingkatkan, sehingga hasilnya maksimal. Kemudian masih terdapat kelamahan dimana belum bisa menciptakan produk olahan sendiri, sementara jika hasil pertanian ngotot dijual kepada pihak ketiga akan memakan biaya distribusi yang cukup tinggi sehingga hasil kebun petani dijual dengan murah.
“Kita harapkan petani bisa menciptakan produk olahan yang bisa dijual dengan harga tinggi. Maka harus kita mulai dengan program satu desa satu produk," katanya usai memberikan materi kuliah umum di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (8/9) siang. Eko Sandjojo mengatakan, program satu desa satu produk sudah dimulai di Pulau Jawa. Ada satu desa di yang memproduksi khusus kentang dan itu menjadi produk unggulan desa dimaksud. Satu desa satu produk yang telah dimulai di salah satu desa di Jawa, menjadi icon daerah itu. Maka dari itu, mulai tahun 2017 mendatang akan diterapkan di Indonesia, selain menjadi daya tarik, sekaligus menjadi icon produk unggul suatu daerah. Orang akan lebih mudah mencari apa yang diinginkan dari suatu daerah, karena memiliki keunggulan dan ciri khas tertentu. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengatakan, program satu desa satu produk yang akan diluncurkan tahun depan, akan sangat membantu Sumbar. Sebagai daerah berpenduduk sekitar 60 persen bergerak dibidang pertanian, petani akan terbantu dengan program dimaksud. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)
“Kita harapkan petani bisa menciptakan produk olahan yang bisa dijual dengan harga tinggi. Maka harus kita mulai dengan program satu desa satu produk," katanya usai memberikan materi kuliah umum di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (8/9) siang. Eko Sandjojo mengatakan, program satu desa satu produk sudah dimulai di Pulau Jawa. Ada satu desa di yang memproduksi khusus kentang dan itu menjadi produk unggulan desa dimaksud. Satu desa satu produk yang telah dimulai di salah satu desa di Jawa, menjadi icon daerah itu. Maka dari itu, mulai tahun 2017 mendatang akan diterapkan di Indonesia, selain menjadi daya tarik, sekaligus menjadi icon produk unggul suatu daerah. Orang akan lebih mudah mencari apa yang diinginkan dari suatu daerah, karena memiliki keunggulan dan ciri khas tertentu. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengatakan, program satu desa satu produk yang akan diluncurkan tahun depan, akan sangat membantu Sumbar. Sebagai daerah berpenduduk sekitar 60 persen bergerak dibidang pertanian, petani akan terbantu dengan program dimaksud. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73) 




























