Keterbukaan Informasi Desa di Sumbar Masih Rendah

Keterbukaan Informasi Desa di Sumbar Masih Rendah
Padang, Obsessionnews.com- Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat (Sumbar) menilai, keterbukaan informasi di desa/nagari di Sumbar masih rendah. Perangkat desa/nagari belum bisa memberikan data secara transparan atau terbuka karena keterbatasan sumberdaya manusianya, sehingga masyarakat kesulitan untuk mengakses data yang dibutuhkan. Meski demikian, KI Sumbar tetap memberikan pemeringkatan kepada desa/nagari yang terbuka terhadap informasi yang dibutuhkan masyarakat. Hal itu diberikan mengingat banyak dana yang dikelola desa/nagari pasca pemerintah mengucurkan dana desa/dana. Pemeringkatan desa/nagari yang dinilai transparan dilakukan, untuk memberikan dorongan kepada perangkat desa/nagari agar lebih terbuka mengelola dana desa/nagari berikut data yang dibutuhkan masyarakat. "Siapapun tidak ingin, dana desa/nagari yang menjadi stimulus untuk membangun desa/nagari, yang seharusnya menjadi nikmat berubah menjadi bencana dan yang seharusnya nikmat berubah menjadi persoalan-persoalan hukum," kata Ketua KI Sumbar Syamsurizal usai Penganugerahan Penghargaan Pemeringkatan Badan Publik se Sumbar Tahun 2016 di Padang, Kamis (8/9) siang. Syamsurizal menambahkan, agar masyarakat bisa mengakses data lebih mudah, perangkat desa harus mengumumkan data yang dibutuhkan masyarakat. "Bentuk pengumumam bisa melalui papan pengumuman yang mudah diakses masyarakat, seperti di papan mesjid/mushola dan warung serta tempat-tempat konsentrasi masyarakat berkum," ujarnya. ki-sumbar Menurut Syamsurizal, apabila perangkat desa/nagari mengacu pada prinsip keterbukaan informasi publik, persoalan hukum yang timbul akibat salah dalam mengelola dana desa/nagari tidak akan terjadi. Penganugerahan Penghargaan Pemeringkatan Badan Publik se Sumbar tahun 2016 dibuka secara resmi oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo di salah satu hotel di Kota Padang. Dari 648 nagari di Sumbar, Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung Koto Baru Kabupaten Dharmasraya terpilih menjadi nagari paling transparan atau terbuka versi Komisi Informasi Sumbar. Urutan kedua, nagari paling terbuka, terpilih Nagari Lubuk Pandan, Kabupaten Padang Pariaman dan urutan ketiga Nagari Sungayang, Kabupaten Tanahdatar. Kemudian pemenang Kategori dalam Keterbukaan Informasi Pemerintah Kabupaten/Kota, urutan pertama Kabupaten Dharmasraya dan kedua Kabupaten Padang Pariaman. Sementara urutan ketiga Kota Payakumbuh. Kategori Satuan Kerja Perangkat Daerah dilikungan Pemprov Sumbar, urutan pertana Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah dkemudian diikuti Sekretariat DPRD Sumbar dan selajutnya Dinas Peternakan Provinsi Sumbar. Kategori Instansi Vertikal urutan pertama, KPU Sumatera Barat, kemudian PTUN Padang dan urutan ketiga BPS Sumatera Barat Untuk kategori BUMD/BUMD, urutan pertama PT Semen Padang dan kedua PDAM Kota Padang Panjang serta ketiga PDAM Kota Payakumbuh. Kategori PTN/PTS, Unand berada di urutan pertama dan diikuti Diniyah Putri Padang Panjang di urutan kedua. Sedangkan urutan ketiga PGRI Sumatera Barat Sementara untuk kategori Parpol, Partai Nasdem Sumbar berada di peringkat pertama mengalahkan PDIP Sumbar dan PKB Sumbar yang berada di urutan kedua dan ketiga. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)