Agus DW Martowardojo Berpengaruh Besar Atur Pergerakan Ekonomi

Agus DW Martowardojo Berpengaruh Besar Atur Pergerakan Ekonomi
Sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), ia memiliki pengaruh besar dalam mengatur pergerakan ekonomi di Tanah Air. Kecintaannya akan dunia perbankan membawa banyak manfaat, sementara pengalamannya di industri perbankan membuat perjalanan BI seolah aman terkendali. Menjabat Gubernur BI periode 2013-2018, Agus Dermawan Wintarto Martowardojo meyakini inflasi masih bisa dikendalikan dengan kisaran empat plus minus satu persen hingga akhir tahun 2016 mendatang, meski Federal Reserve AS memperingatkan kemungkinan terjadinya inflasi global. BI di bawah kepemimpinan Agus juga terus melakukan antisipasi dari terjadinya fenomena La Nina yang dapat membuat terjadinya gejolak harga pangan dunia. Ia juga memantau perkembangan kebijakan pemerintah yang hendak melakukan penyesuaian harga listrik 900 VA yang kelak dapat mempengaruhi inflasi. “Kalau itu dilakukan, memang membantu fiskal, juga membantu keuangan sektor energi kita, tetapi juga memberikan tekanan pada inflasi,” ujar Agus. Selain itu, dana repatriasi atas kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) membuat BI pada Agustus 2016 mendatang akan mengeluarkan structured product, terutama jenis call spread. Aturan tersebut masuk dalam salah satu instrumen hedging yang berfungsi mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar dana repatriasi yang masuk ke Indonesia. Structured product jenis call spread  ini juga berfungsi untuk menekan biaya lindung nilai bank-bank di Indonesia yang  masih tergolong mahal berkisar 6 persen sampai 7 persen, dan  diharapkan bisa menekan menjadi 2 persen sampai 3 persen. Solusi cepat dan strategi yang dilakukan Agus menghadapi pergolakan ekonomi membawa BI mampu terus berjalan menghadapi berbagai tantangan. Langkah yang dibuatnya pun tidak pernah ragu, dan atas segala tindakannya selama ini ia banyak meraih penghargaan. Saat menjabat menteri keuangan periode 2010-2013, Agus terpilih sebagai menteri keuangan terbaik se-Asia Pasifik dari sebuah majalah keuangan internasional “The Banker” edisi Januari 2012. Majalah tersebut menilai Agus berhasil dalam menyokong pertumbuhan ekonomi mencapai 6,46 persen dan membawa perubahan pada pelaksanaan anggaran dan perencanaan keuangan. Ia juga dianggap berhasil meningkatkan iklim investasi di Indonesia serta mengatur anggaran secara hati-hati pada 2011. Beberapa waktu lalu, tepatnya pada 19 Maret 2015, BI berhasil mendapatkan anugerah bronze untuk kategori Product Excellence atas keberhasilannya menciptakan produk bermanfaat dan memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat di Muara Sahung, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, melalui pengolahan batu permata Agate dan penganugrahan The 7th Annual Global Corporate Social Responsibility (CSR) Summit dan Awards 2015. BI juga mendapatkan penghargaan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) atas kinerja dalam pelaksanaan alih media dokumen pengaturan dan pengawasan bank kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut tidak hanya menunjukkan profesionalitas pengelolaan dokumen dan kearsipan di Bank Indonesia, namun juga memperlihatkan dukungan penuh Bank Indonesia dalam menghantar fungsi pengaturan dan pengawasan bank kepada OJK. Pria kelahiran Belanda pada 1956 ini adalah alumnus Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia. Ia mengaku sangat menyukai dunia perbankan, sehingga terus memperluas wawasannya melalui berbagai program di University of New York, Harvard Business School, Standford University, dan Wharton Executive Education. Agus mengawali karier sebagai staf International Loan di Bank of America, cabang Jakarta. Pada 1986, Agus pindah ke Bank Niaga dan menempati posisi Wakil Presiden Corporate Banking, Banking Group Head. Pada 1995, Agus diangkat sebagai Presiden Direktur PT Bank Bumiputera. Kariernya berlanjut sebagai Presiden Direktur PT Bank Ekspor Impor Indonesia pada 1998. Setahun menjabat, Agus terpilih sebagai Direktur Bank Mandiri hingga 2002. Sebelumnya Agus sempat menjabat sebagai Penasihat Ketua BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Indonesia). Atas berbagai prestasinya tersebut Agus terpilih menjadi salah seorang dari 71 Tokoh Berpengaruh 2016 versi Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2016.  (Aprilia Rahapit)