Wapres Didemo Mahasiswa Unand

Padang, Obsessionnews.com - Kunjungan Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla ke Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) disambut dengan aksi unjuk rasa. Wapres datang ke Padang untuk menerima penghargaan Doktor Kehormatan dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Senin (5/9/2016). Acara penghargaan Doktor Kehormatan dari Unand kepada Jusuf Kalla diberikan sekitar pukul 10:00 WIB dan dilanjutkan pukul 13:00 WIB, Konferensi Nasional Hukum Tata Negara (KNHTN) ke-3. Sebelum Wapres beserta rombongan sampai di Unand, aktivis mahasiswa Unand menggelar unjuk rasa. Akativis mahasiswa berunjuk rasa di jalan menuju kampus Unand. Polisi mengamankan pengunjuk rasa dan sempat diminta keterangan di Polsek Pauh, Kota Padang. Aktivis mahasiswa dari, Aliansi UKM PHP dan LAM - PK Unand ini menolak pemberian gelar Doktor Kehormatan kepada Jusuf Kalla, karena menurut mereka JK belum sepatutnya mendapat gelar itu. Salah satu alasan mereka menolak Doktor Kehormatan di bidang Hukum kepada JK, karena mereka nilai JK tidak pro aktif dalam kegiatan pemberantasan korupsi di Indonesia. Meski gelar yang diterima tidak menyentuh dalam bidang korupsi, menurut pengunjuk rasa, JK belum layak mendapat gelar dibidang hukum, yang seharusnya penerima gelar harus mendukung keterwujudan hukum yang lebih baik dan tidak melihat pada satu sisi saja. [caption id="attachment_149265" align="alignleft" width="345"]
Wapres JK bersama Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.[/caption] Pengunjuk rasa juga berorasi menolak bentuk komersialisasi dan privatisasi pendidikan tinggi dalam bentuk penerapan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT), penerapan badan hukum pada Perguruan Tinggi Negeri (PTNBH), penghapusan jalur mandiri, penambahan kuota beasiswa dan penolakan bentuk hibah kompetitif. Dianggap dapat menganggu kelancaran kegiatan pemberian gelar kehormatan, aparat Kepolisian yang telah berjaga di sekitaran kampus Unand terpaksa membubarkan pengunjuk rasa. Selain itu, aksi unjuk rasa tanpa memiliki izin. Setidaknya ada tujuh mahasiswa yang diamankan dan dimintai keterangan di Polsek Pauh, Kota Padang. Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz mengatakan, mahasiswa pengunjuk rasa diamankan, karena tidak diizinkan untuk menyampaikan aspirasinya. "Seharusnya mereka tahu prosedur sebelum melakukan demonstrasi, apalagi lokasi demo merupakan jalur yang dilalui oleh Wapres," ujarnya. Sementara itu, anugerah Doktor Kehormatan yang diterima Jusuf Kalla dari Unand, karena dianggap tokoh berpegaruh di Indonesia dalam menyelesaikan konflik. Selain konflik Ambon, Poso dapat dapat diselesaikan dan didamaikan, Jusuf Kalla adalah tokoh penting yang berada di dibelakang keberhasilan perundingan Helsinki. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)
Wapres JK bersama Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.[/caption] Pengunjuk rasa juga berorasi menolak bentuk komersialisasi dan privatisasi pendidikan tinggi dalam bentuk penerapan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT), penerapan badan hukum pada Perguruan Tinggi Negeri (PTNBH), penghapusan jalur mandiri, penambahan kuota beasiswa dan penolakan bentuk hibah kompetitif. Dianggap dapat menganggu kelancaran kegiatan pemberian gelar kehormatan, aparat Kepolisian yang telah berjaga di sekitaran kampus Unand terpaksa membubarkan pengunjuk rasa. Selain itu, aksi unjuk rasa tanpa memiliki izin. Setidaknya ada tujuh mahasiswa yang diamankan dan dimintai keterangan di Polsek Pauh, Kota Padang. Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz mengatakan, mahasiswa pengunjuk rasa diamankan, karena tidak diizinkan untuk menyampaikan aspirasinya. "Seharusnya mereka tahu prosedur sebelum melakukan demonstrasi, apalagi lokasi demo merupakan jalur yang dilalui oleh Wapres," ujarnya. Sementara itu, anugerah Doktor Kehormatan yang diterima Jusuf Kalla dari Unand, karena dianggap tokoh berpegaruh di Indonesia dalam menyelesaikan konflik. Selain konflik Ambon, Poso dapat dapat diselesaikan dan didamaikan, Jusuf Kalla adalah tokoh penting yang berada di dibelakang keberhasilan perundingan Helsinki. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73) 




























