Pilkada Sukses Tanpa Melihat Agama dan Ras

Pilkada Sukses Tanpa Melihat Agama dan Ras
Bandung,  Obsessionnews.com - Pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) yang akan digelar di beberapa daerah seperti Jakarta dan Jawa Barat seharusnya tidak membawa isu agama dan ras. Demikian disampaikan Ketua Forum Dekan FISIP Se-Indonesia DR Sahya Anggara MSi,  Senin (5/9/2016). Sahya yang juga Dekan FISIP UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengingatkan agar Partai Politik segera memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. "Pendidikan politik dari Parpol kepada masyarakat menjadi keharusan untuk memberikan kedewasaan politik di masyarakat," paparnya. Sahya menjelaskan, dengan pendidikan politik yang diterapkan dan diberikan kepada masyarakat,  maka tidak akan terjadi lagi pragmatisme,  segalanya dibeli dengan uang,  sehingga tidak terjadi kepentingan sesaat, ibarat orang mandi atau orang kehausan yang hanya dilakukan saat-saat tertentu. Sahya Anggara2 Ia menilai jika memilih pemimpin hanya melihat agama dan ras, maka akan terjadi sensitifitas dan melahirkan politik yang tidak murni. "Masyarakat harus menilai seorang yang denjadi pemimpin adalah mereka yang kafabel dan mampu memimpin daerahnya, sehingga dapat memilih dengan kemampuan masyarakat itu sendiri tanpa ada muatan lain,  " tandasnya. Terkait program kerja sebagai ketua forum Dekan Fisip se-Indonesia, Sahya berharap ada pertemuan rutin sebulan sekali atau lebih sering lagi,  sehingga nampak adanya perubahan dan dinamika pada organisasi tersebut. "Saya juga menjadwalkan adanya pertemuan dengan Partai Politik, para Legislatif dan Eksekutif tingkat pusat dan daerah untuk menyampaikan gagasan dan pemikiran para akademisi yang berkutat langsung dengan keilmuan politik," tegasnya. Sahya menjelaskan forum Dekan terdiri atas 37 Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia,  seperti Unpad Bandung, Unhas Makasar,  UIN Aceh, UGM  dan sejumlah Perguruan Tinggi lainnya.  (Dudy Supriyadi)