Jokowi Bertolak ke Tiongkok Hadiri KTT G-20

Jokowi Bertolak ke Tiongkok Hadiri KTT G-20
Jakarta, Obsessionnews.com - Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana melakukan kunjungan kerja ke ke Republik Rakyat Tiongkok untuk menghadiri KTT G-20 di Hangzhou, tanggal 4-5 September 2016. Rombongan bertolak dari Base Off Halim, Perdanakusuma, Jakarta menggunakan pesawat Kepresidenan Indonesia 1, Jumat (2/9/2016) pukul 06.25 Wib. Turut serta mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Hangzhou, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong. Dalam forum G-20 ini, pesan utama yang akan disampaikan Presiden Jokowi adalah pentingnya keterbukaan informasi di antara negara-negara G-20 termasuk transparansi sistem perpajakan internasional. Presiden juga akan menyampaikan bahwa Indonesia mendorong keseimbangan dan keadilan dalam sistem perdagangan dunia. Di forum ini juga, Presiden Jokowi akan menekankan bahwa Indonesia memberikan perhatian kepada UMKM untuk mendukung inclusiveness serta pembangunan infrastruktur yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dunia. Selama berada di Hangzhou, Presiden Jokowi akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden RRT Xie Jinping dan Presiden Argentina. Selain bertemu dengan para kepala negara dan pemerintahan, Presiden akan berkunjung ke Shanghai untuk menghadiri pertemuan bisnis, mengunjungi sentra binis dan pelatihan vokasional. Usai dari Tiongkok Jokowi dan rombongan akan langsung terbang ke Vientiene, Laos untuk menghadiri KTT ke-28 dan ke-29 ASEAN serta beberapa KTT terkait lainnya, seperti KTT ASEAN-US yang akan berlangsung pada tanggal 6-8 September 2016. Sama seperti G20, KTT ASEAN kali ini juga menjadi salah pertemuan kepala negara penting. Isu seperti kerjasama eksternal, regional dan internasional akan dibahas dalam dua sesi tersebut. Pesan utama yang ingin disampaikan Presiden pada KTT ASEAN adalah mengenai pentingnya perdamaian dan stabilitas di kawasan akan sulit untuk mempertahankan pertumbuhan seperti sekarang ini tanpa adanya perdamaian dan stabilitas di kawasan. (Has)