Rini Soemarno Pertahankan Kinerja BUMN Tetap Bersinar

Rini Soemarno Pertahankan Kinerja BUMN Tetap Bersinar
Mendapat kepercayaan memimpin perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan kapitalisasi pasar 24,4%, aset Rp5.395 trilyun, setoran pajak dan dividen lebih dari Rp200 trilyun, dan mengerjakan proyek strategis senilai Rp347,22 T, tentu sangat berpengaruh. Sepanjang tahun lalu, mayoritas belanja modal BUMN difokuskan pada proyek infrastruktur untuk membantu program pemerintah. Total nilai proyek 2015 mencapai Rp795,99 trilyun, dengan serapan tenaga kerja langsung mencapai 184.179 orang. Tahun 2016, terdapat  62 proyek strategis yang dikerjakan oleh BUMN yang dijadwalkan groundbreaking dengan total nilai proyek sebesar ± Rp347,22 trilyun. Proyek strategis yang akan selesai dan diresmikan tahun ini sebanyak 73 proyek, dengan total nilai sebesar ± Rp109,65 trilyun. Keberhasilan proyek-proyek strategis itu berada di pundak Rini. Bukan hanya itu, mempertahankan kinerja BUMN-BUMN andalan agar tetap bersinar, sekaligus melakukan penyehatan terhadap BUMN yang masih redup, juga tak kalah pentingnya. Dari sebanyak 500 perusahaan yang listing di pasar modal hingga akhir 2015, sebanyak 20 di antaranya adalah BUMN. Akan tetapi, dari jumlah itu, nilai kapitalisasi pasarnya mencapai Rp1.189 trilyun, atau 24,4%, dari total kapitalisasi pasar. Perusahaan-perusahaan pelat merah yang berada di bawah koordinasinya, juga merupakan salah satu pundi-pundi utama Negara. Tahun lalu, total setoran pajak dan dividen BUMN mencapai Rp202 atau 96%. Hingga pertengahan tahun ini, setoran pajak BUMN sudah menyentuh Rp172 trilyun, dengan kontribusi dividen Rp34 trilyun. Kehadiran Rini Mariani Soemarno, atau akrab disapa Rini Soemarno, memang telah membuat BUMN terus bergerak cepat. Sosok profesional kaya pengalaman sebagai CEO di perusahaan-perusahaan besar, ini, adalah orang kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak heran jika namanya tetap aman dalam dua kali reshuffle kabinet, meski kalangan politisi terus mendesak dirinya dicopot. “Ia pekerja keras. Rini Soemarno ketua tim transisi, pernah menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan yang baik. Saya menilai Rini Soemanrno sebagai pekerja lincah,” ucap Jokowi suatu ketika. Kepercayaan Jokowi kepada Rini juga semakin besar menyongsong program pengampunan pajak (tax amnesty), di mana BUMN akan menyerap dana hingga Rp300 trilyun untuk mendorong kinerja 25 perusahaan berpelat merah. "Kita menargetkan total dana yang bisa diserap BUMN antara Rp200 triliun hingga Rp300 triliun, untuk semua jenis instrumen," kata Rini. Beberapa waktu lalu, Rini bahkan mewacanakan pembentukan superholding BUMN dan meniadakan Kementerian BUMN. Menurutnya, pembentukan superholding ini sangat dibutuhkan agar BUMN bisa bergerak lebih lincah. Selama ini ia menilai sejumlah BUMN tidak bisa bergerak leluasa dalam pengembangan bisnisnya karena berada di bawah Kementerian BUMN. Di bawah Rini, terjadi perbaikan signifikan dari kinerja BUMN. Kerugian BUMN yang pada 2014 mencapai Rp10,2 triliun, pada 2015 berhasil ditekan menjadi Rp5,8 triliun. Dari jumlah 27 perusahaan yang merugi tahun lalu, sekarang ada 18 perusahaan yang sudah membaik. Total aset BUMN sebesar Rp 5.395 trilyun (2015) juga meningkat dari Rp4.577 trilyun (2014). Tahun ini, Rini menargetkan aset BUMN mampu mencapai Rp6.240 trilyun, atau kenaikan hingga 15 persen lebih. Peningkatan aset Perusahaan Listrik Negara (PLN), misalnya, didorong dengan tindakan revaluasi aset melalui pemanfaatan insentif keringanan PPh menjadi 4-6 persen dari pemerintah, yang akhirnya berhasil meningkat menjadi Rp1,355 triliun dari Rp.1.047 triliun. Selain itu, Rini berhasil membuat 9,36 persen saham PT Freeport Indonesia kini sudah dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Ada sebanyak 10,64 persen saham yang ditawarkan oleh PT Freeport dan 10 persen sahamnya lagi harus ditawarkan sebelum 2019. Dari sisi personal, kepemimpinan Rini juga berhasil menjalin hubungan yang harmonis antara petinggi BUMN dengan Dirinya. Tanpa keharmonisan tersebut, tentu sulit merealisasikan program-program di kementrian BUMN. Wanita kelahiran Maryland, Amerika Serikat, 9 Juni 1958, ini, masih terus berjuang sebagai menteri di Kabinet Kerja periode 2014-2019 sejak 26 Oktober 2014. Ia juga adalah salahsatu menteri yang diangkat dari kalangan profesional. Rini adalah putri Soemarno, mantan Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan pada kabinet periode 1960-1962. Kinerjanya yang cemerlang tersebut mengantarkan Rini terpilih sebagai salah seorang dari 71 Tokoh Berpengaruh 2016 versi Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2016. (Apr)