Siapa Eks Presiden Heineken Jadi Global CEO Bata yang Baru?

Jakarta, Obsessionnews.com – Setelah memiliki pengalaman selama 24 tahun di bidang consumer goods, pria bertitel MBA dari university of California di Berkeley, Amerika Serikat (Haas school of business), Alexis Nasard, dipercaya menduduki jabatan Global CEO baru organisasi Bata sejak 4 April 2016. Alexis pernah menjadi Presiden di brand Heineken dan mengelola bisnis tersebut hingga meraup senilai $ 8 milyar di Eropa Barat, serta sebagai global chief marketing officer untuk brand global dan lokal yang luas.
Acara perkenalan dirinya di Indonesia ini, Alexis turut didampingi Presiden Direktur Bata Indonesia, Imran Malik. Ia mengungkapkan gembira bergabung dengan bata, dan ia melihat potensi pasar Indonesia sangat menjanjikan. “Indonesia is dream market,” ucap Alexis dalam acara konferensi pers saat resmi di perkenalkan oleh Bata Indonesia di Skye Bar & Restaurant, Menara BCA, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2016) malam. Pria berkacata mata yang juga bergelar Master jurusan Teknik dari Joseph universitas St, Beirut memiliki pengalaman berkiprah selama 17 tahun di perusahaan global procter & gamble. Dimana ia memegang berbagai macam peran dalam hal managemen, termasuk mendefinisikan strategi untuk produk baru. Lalu menjualnya melalui beberapa saluran ritel baik di pasar amju dan berkembang. (Popi Rahim)
Acara perkenalan dirinya di Indonesia ini, Alexis turut didampingi Presiden Direktur Bata Indonesia, Imran Malik. Ia mengungkapkan gembira bergabung dengan bata, dan ia melihat potensi pasar Indonesia sangat menjanjikan. “Indonesia is dream market,” ucap Alexis dalam acara konferensi pers saat resmi di perkenalkan oleh Bata Indonesia di Skye Bar & Restaurant, Menara BCA, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2016) malam. Pria berkacata mata yang juga bergelar Master jurusan Teknik dari Joseph universitas St, Beirut memiliki pengalaman berkiprah selama 17 tahun di perusahaan global procter & gamble. Dimana ia memegang berbagai macam peran dalam hal managemen, termasuk mendefinisikan strategi untuk produk baru. Lalu menjualnya melalui beberapa saluran ritel baik di pasar amju dan berkembang. (Popi Rahim) 




























