India Larang Turis Asing Pakai Rok Pendek

Delhi - Menteri kebudayaan India dikritik netizen usai mengungkapkan bahwa pemerintah meminta turis asing untuk tidak mengenakan rok pendek saat melancong di negara itu. Mahesh Sharma yang merilis 'daftar yang boleh dan tidak boleh dilakukan turis' itu juga melarang turis untuk berjalan-jalan sendiri malam hari di kota-kota kecil. Sharma kemudian mengklarifikasi bahwa sebenarnya daftar tersebut khusus untuk 'tempat-tempat beribadah'. Sebelumnya, Sharma memang kerap dikritik karena komentar-komentar kontroversialnya. Dia antara lain pernah melontarkan pernyataan provokatif bahwa 'westernisasi' -atau masuknya budaya Barat- adalah penyebab penyakit masyarakat di India dan bahwa 'ke luar malam bagi perempuan bukanlah bagian dari budaya India'. Terakhir, Minggu (28/8), kepada wartawan dia mengatakan bahwa di bandara, turis asing yang baru tiba di India akan diberikan kartu berisi yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan. “Turis juga harus mengambil foto mobil dan plat mobil yang mereka tumpangi, lalu mengirimkannya ke teman mereka untuk berjaga-jaga,” ujarnya seperti dilansir bbc.com. Ketika ditanya wartawan apakah dia bermaksud meminta turis perempuan mengenakan aturan berpakaian saat berkunjung ke India, Sharma menegaskan bahwa India adalah 'negara berbudaya' dan 'punya kostum khusus untuk ke kuil. Jadi, bagi para turis, ingat-ingatlah itu'. Di media sosial Sharma pun mendapat komentar miring netizen.
Jay Vora lewat akunnya @jcvnspace mengungkapkan, “India harusnya melarang adanya menteri konservatif, bukannya melarang rok pendek”.
Sementara akun @AtishiMarlena berkomentar, “Mungkin @dr_mahesharma nanti akan meminta perempuan untuk tidak keluar-keluar dari rumah”. (BBC)
Jay Vora lewat akunnya @jcvnspace mengungkapkan, “India harusnya melarang adanya menteri konservatif, bukannya melarang rok pendek”.
Sementara akun @AtishiMarlena berkomentar, “Mungkin @dr_mahesharma nanti akan meminta perempuan untuk tidak keluar-keluar dari rumah”. (BBC) 




























