Kasus Ivan dan Alert Bagi Para Orangtua

Kasus Ivan dan Alert Bagi Para Orangtua
Jakarta, Obsessionnews.com - Ivan Armadi Hasugian, pelaku percobaan bom bunuh diri di Gereja Santo Yosep, Medan, Sumut ternyata masih di bawah umur. Di usianya yang belum genap 18 tahun, Ivan sudah mampu merancang sebuah bom bunuh diri untuk menyerang orang lain. Menurut Menko Polhukam, Wiranto kasus Ivan ini harus menjadi pelajaran penting bagi para orangtua supaya bagaimana meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya yang masih usia rentan. "Saya kira ini juga alert bagi orangtua babagaimana untuk bisa awasi anaknya sehingga tidak terus dicekoki berita di internet yang menyesatkan," kata tutur Wiranto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/8/2016). Wiranto mengatakan kurangnya pengawasan orangtua bisa memicu anak berbuat suatu kejahatan. Apalagi dengan semakin manjamurnya media sosial dari internet semakin mudah membuat anak jadi disorientasi. "Yang bersangkutan ternyata memang 4 bersaudara dari keluarga yang bapaknya pengacara dan kakaknya punya warnet. Nah hari-harinya memang dia aktif di warnet itu, belajar, cari informasi," katanya. Ivan Armadi Hasugian menyerang pastor saat bom yang dibawanya di dalam tas ransel gagal meledak di dalam Gereja Santo Yosep, Medan, Sumut. Tas Ivan hany mengeluarkan percikan api hingga membuat para jemaat panik. Remaja ini baru saja lulus dari Sekolah Menengah Atas di salah satu SMU Negeri di Kota Medan. Diketahui ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan H Hasugian dan Harista Boru Purba. (Has)