JK Dorong Perubahan Pola Kerja Aparatur Negeri Sipil

JK Dorong Perubahan Pola Kerja Aparatur Negeri Sipil
Sebagai orang kedua di pusat kekuasaan dan pemerintahan, posisi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) jelas sangat berpengaruh. Terlebih jika mengingat bahwa dia adalah seorang pengusaha, birokrat, dan politisi senior yang sangat berpengalaman. Semenjak era reformasi, posisi Wakil Presiden RI bukan lagi sekadar pelengkap seperti zaman Orde Baru. Wakil Presiden RI memiliki pengaruh yang besar dalam ikut mengendalikan jalannya roda pemerintahan, khususnya di bidang-bidang yang dipercayakan oleh presiden. Publik mencatat, memang sempat terjadi beberapa kali ‘kegaduhan’ dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususnya perbedaan pandangan antara Wapres JK dengan Menko Perekonomian Rizal Ramli atau dengan menteri lain. Namun pada akhirnya, JK berada di atas angin dan mempertegas posisinya. Dalam sebuah sidang kabinet, Presiden Jokowi mempertegas posisi Wapres JK. Kata presiden, seperti dikutip luas di media massa, proses pengambilan keputusan dalam kabinet pertama kali berkaitan dengan presiden. Sementara, arah kebijakan dan target, tugas kementerian, akan terus disampaikan saat sidang-sidang kabinet. "Kemudian dalam pelaksanaan program dan mengontrol program itu akan dikontrol oleh wapres. Kemudian menko mengkoordinasi tugas-tugas kementerian di bawahnya, juga implementasi target presiden dan wapres harus dikoordinasi menko," kata Jokowi. Sesuai Undang-undang Dasar 1945, wakil presiden bertugas membantu presiden dalam menjalankan tugas kenegaraan. Dalam praktiknya seorang wakil presiden di Indonesia terkadang mendapat tugas khusus dari presiden. Misalnya, mengawal di bidang ekonomi, atau menjadi ketua dari Tim Penilai Akhir bagi calon pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurut pakar hukum tata negara Refly Harun, seorang wakil presiden adalah 'pembantu' presiden dengan jabatan tertinggi. "Menteri-menteri membidangi urusan tertentu, urusan spesifik. Kalau wakil presiden itu tidak. Seluruh urusan presiden itu urusan wakil presiden. Bahkan wapres menggantikan presiden saat presiden berhalangan," tandas Refly. Sebagai tokoh senior dalam perpolitikan nasional, khususnya sebagai mantan Wakil Presiden RI 2004-2009, dan juga sebagai sesepuh dan mantan Ketua Umum Partai Golkar, jejaring politik JK tentulah sangat luas. Sebelum terpilih menjadi ketua umum Partai Golkar pada tahun 2004, JK sempat terpilih menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid selama enam bulan (1999-2000). Pada masa kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri, JK kembali diangkat menjadi menteri. Kala itu JK sebagai Menteri Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia (Menko Kesra), di tengah jalan Kalla mengundurkan diri karena berniat maju mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden mendampingi calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kemenangan telak membuat pasangan SBY-JK melenggang menuju istana negara untuk disahkan sebagai presiden dan wakil presiden periode 2004-2009. Dengan terpilihnya presiden dan wakil presiden baru tersebut merupakan pasangan hasil pemilihan pertama langsung dari rakyat Indonesia. Selepas jabatan sebagai wakil presiden pada tahun 2009, JK dipercaya menjabat sebagai ketua Palang Merah Indonesia periode 2009-2014. Pada bulan September 2011, JK mendapatkan gelar Doctoral Causa keempatnya dari Universitas Hasanudin Makasar bidang perekonomian dan politik. Selain itu, pada Desember 2011 Kalla berhasil mendapatkan penghargaan BudAi (Budaya Akademik Islami) dari Universitas Islam Sultan Agung Semarang dan Penghargaan Tokoh Perdamaian dalam Forum Pemuda Dunia untuk Perdamaian di Maluku, Ambon, 2011. Penghargaan lain diberikan kepada JK berupa Dwidjosowojo Award dari Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 pada bulan Januari 2012 dan penghargaan The Most Inspiring Person pada bulan dan tahun yang sama disematkan atas prestasi yang telah diukir. Penghargaan tersebut diberikan oleh Men's Obsession, majalah prestasi dan gaya hidup. Masih di tahun 2012, JK juga terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam Muktamar VI DMI untuk periode 2012-2017. Pada PIlpres 2014, kepiawaian dan pengaruh luas JK berhasil mengantarnya menjadi calon wakil presiden Indonesia periode 2014-2019 bersama Jokowi. Peran JK juga sangat besar dalam penyelesaian konflik horizontal di Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai orang yang bergerak sangat cepat dalam menangani masalah. JK memiliki andil besar dalam menciptakan perdamaian di Aceh, Ambon, Poso, dan Papua. Sebagaimana tugasnya saat mendampingi Presidern Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2009), tugas utama JK sebagai Wapres RI adalah membenahi perekonomi Indonesia. Salah satu langkah fenomenal JK di bidang kebijakan ekonomi adalah mencabut secara bertahap subsidi BBM. Langkah awal mencapai Rp 186 triliun! Dana raksasa itu telah dialihkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan subsidi bagi kesejahteraan rakyat. Menurut JK, subsidi BBM yang dilakukan selama ini tidak tepat sasaran. Mekanisme subsidi itu seharusnya dialokasikan untuk rakyat yang kurang mampu daripada hanya dibakar menjadi asap kendaraan bermotor. Jika pemerintah tidak menghapus subsidi BBM, seluruh pendapatan negara diproyeksikan bisa habis hanya untuk subsidi BBM pada 2020. Lembaga internasional Standar and Poor’s melansir riset yang menyebut penghapusan subsidi BBM menjadi penyumbang utama bagi perbaikan ekonomi Indonesia. Salah satu peran strategis yang juga dipercayakan kepada JK, yakni mendorong perubahan pola kerja aparatur negeri sipil(ANS). Yaitu, perubahan dari sistem sentralistik ke arah desentralistik demi mendorong pemerintah daerah melakukan berbagai inovasi, perwujudan revolousi pelayanan melalui e-government, e-procurement, smart city, dan lain sebagainya serta peningkatan kecakapan ANS agar lebih inovatif dan tak hanya menunggu perintah. Terlepas dari jabatannya sebagai Wakil Presiden RI, JK yang dikenal luas sebagai aktivis organisasi dari beragam bidang sejak masa muda, tentu memiliki jejaring yang sangat luas. Sampai kini, misalnya, JK adalah seorang senior di Korps Alumni HMI (KAHMI). Berbagai prestasi cemerlang yang diraihnya membuat JK terpilih sebagai salah seorang dari 71 Tokoh Berpengaruh 2016 versi Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2016. Pul