Tembok Pembatas Rumah Jebol, Penyebab Banjir Kemang-Petogogan

Jakarta, Obsessionnews.com-Tembok pembatas rumah warga yang jebol di kawasan Petogogan dan Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan pada Sabtu (27/8/2016) menjadi penyebab air melimpah ke pemukiman warga. Diduga banjir di kawasan Petogogan disebabkan karena tembok pembatas antara rumah warga dan Kali Krukut di Jl Pulo Raya IV yang jebol. Sementara di Kemang Raya, banjir diakibatkan tembok pembatas antara kali Krukut dengan Jalan Kemang Selatan VIII dan X yang jebol, tepatnya di Kompleks Kemang Jaya. Akibatnya air tumpah ke jalan. Budiriyanto, Ketua RT 14 Jl Kemang Selatan pada Minggu (28/8/2016) mengatakan hal ini. Biasanya jika ada hujan genangan langsung surut, tapi karena ada tanggul yang jebol, maka air langsung masuk ke jalan Kemang Raya. Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta,Teguh Hendrawan mengatakan tembok pembatas yang membentengi rumah warga yang jebol itu berada persis di pinggir kali Krukut di Jalan Kemang Selatan VIII, X, XII serta Kemchiks dan Hotel Pop di Jalan Kemang Raya. [caption id="attachment_147389" align="alignnone" width="640"]
BPBD DKI dan petugas di kantor walkot jaksel lakukan koordinasi penangangan banjir Jaksel[/caption] Saat ini genangan sudah berangsur surut karena pihaknya mengirimkan pompa sejak kemarin. Tapi Teguh mengaku pihaknya tidak bisa membongkar rumah di tepi Kali Krukut itu karena mereka punya sertifikat. Padahal aturannya tidak boleh ada rumah di pinggir kali sampai jarak 20 meter. Karena itu untuk antisipasi banjir, pihaknya hanya bisa memasang tembok bronjong batu kali. Dinas Tata Air DKI juga segera membenahi turap kali, dan alat berat juga segera masuk untuk menguruk sedimen kali Krukut yang sudah mulai tebal. @baronpskd
BPBD DKI dan petugas di kantor walkot jaksel lakukan koordinasi penangangan banjir Jaksel[/caption] Saat ini genangan sudah berangsur surut karena pihaknya mengirimkan pompa sejak kemarin. Tapi Teguh mengaku pihaknya tidak bisa membongkar rumah di tepi Kali Krukut itu karena mereka punya sertifikat. Padahal aturannya tidak boleh ada rumah di pinggir kali sampai jarak 20 meter. Karena itu untuk antisipasi banjir, pihaknya hanya bisa memasang tembok bronjong batu kali. Dinas Tata Air DKI juga segera membenahi turap kali, dan alat berat juga segera masuk untuk menguruk sedimen kali Krukut yang sudah mulai tebal. @baronpskd




























