Keluarga dan Sekolah Harus Putus Mata Rantai Kekerasan Pada Anak

Keluarga dan Sekolah Harus Putus Mata Rantai Kekerasan Pada Anak
Jakarta, Obsessionnews.com – Keluarga dan sekolah harus bekerja sama untuk turut serta memutuskan mata rantai kekerasan terhadap anak. Pasalnya, jika saat kecil anak-anak mendapatkan kekerasan dari orangtuanya, maka saat besar mereka akan melakukan hal yang sama. Demikian dikemukakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, di Jakarta, Sabtu (27/8/2016). "Setelah menjadi orang tua, dia bisa melakukan kekerasan kepada anaknya, sebab ia mencontoh perilaku orang tuanya," katanya. Ia berharap, keluarga, orangtua harus memutus rantai kekerasan terhadap anak. Contohnya, jangan lagi ada orangtua yang memukul anaknya dengan benda. "Saya ke mana saja selalu mensosialisasikan Undang-undang Perlindungan Anak, saya minta ibu-ibu tak memukul anak-anaknya lagi dengan memakai rotan," jelasnya. Menurut Yohana, memukul anak dengan rotan merupakan kekerasan terhadap anak. Penghapusan kekerasan terhadap anak termasuk merupakan bagian dari komitmen global untuk melindungi anak-anak. Tak cuma di rumah, bahkan menurutnya, di sekolah juga masih sering terjadi kekerasan terhadap anak. Tak terkecuali di sekolah unggulan yang juga masih ditemukan adanya kekerasan. "Sekolah harus menjadi sekolah ramah anak, tak boleh ada kekerasan, asap rokok, dan  miras, saya mohon guru-guru berkomitmen untuk mengurangi kekerasan terhadap anak,” tegasnya. (Fath)