Brunei Darussalam Belajar ke Pramuka Indonesia

Brunei Darussalam Belajar ke Pramuka Indonesia
Jakarta, Obsessionnews.com - Rombongan Kementerian Pendidikan Brunei Darussalam mengunjungi Kantor Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kamis (25/8/2016). Kunjungan ini dalam rangka studi banding mengenai kondisi Kepramukaan di Indonesia. Wakil Ketua Kwarnas Bidang Bina Anggota Dewasa Susi Yulianti mengatakan, pihak Kementerian Pendidikan Brunei ingin mengetahui lebih dalam tentang sistem pendidikan Kepanduan di Indonesia (Pramuka). Sebab, Indonesia salah satu negara dengan jumlah anggota Pramuka terbesar di dunia. "Tadi kita bicara soal bagaimana Gerakan Pramuka itu. Karena kita kan besar anggotanya banyak. Bagaimana memenejnya. Ternyata setelah kita bicara banyak mereka sangat tertarik untuk mempelajari," kata  Susi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/8/2016) Menurutnya, banyak hal yang tidak ada di dalam sistem pendidikan Kepanduan di Brunei. Misalnya, mengenai Majelis Pembimbing. Mereka memandang Pramuka Indonesia bagus, karena memiliki Majelis Pembimbing dari tingkat Gugus Depan sampai Nasional. "Di Brunei itu tidak ada. Ada banyak sekali perbedaan-perbedaan tentang kegiatan. Tadi kita juga kasih liat video tentang LT. Jenis-jenis kegiatannya juga banyak. Mereka mau meniru, karena di sana (Brunei) masih tradisional," tuturnya. Salah satunya, Susi menyebut soal kegiatan penjelajahan atau petualang, di Indonesia kini tidak lagi menggunakan Peta. Tapi bisa mengunakan gajet dengan diisi materi-materi dan perintah. ‎Namun, tetap dalam perjalanan anggota disuruh membuat gambar petanya. "Jadi kita sudah mengkombinasikan antara yang tradisional dengan yang modern. Bagi mereka ini sesuatu yang baru," terangnya. Kunjungan Brunei ke Kwarnas Pramuka- Demikian juga mengenai Pramuka sebagai salah satu organisasi ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. Menurut Susi, ini juga menjadi sesuatu yang menarik bagi mereka. Pasalnya, Pramuka di Brunei belum masuk sebagai organisasi ekstrakurikuler di sekolah. "Di Brunei juga Pramuakanya belum dibentuk Undang-Undang. Tidak semua negara memang punya UU Pramuka. Mereka tertarik ternyata Pramuka Indonesia mendapat perhatian dari pemerintah," ungkapnya. Dengan begitu, Susi meminta kepada semua jajaran Pramuka dari tingkat pusat sampai ranting untuk betul-betul serius mengembangkan Pramuka sebagai organisasi Kepanduan agar tetap diminati oleh anak muda, dan terima oleh masyarakat luas. Mengingat begitu banyak potensi Pramuka Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain. Kunjungan dari Kementerian Pendidikan Brunei akan berlangsung sampai Sabtu (27/8‎). Rencanananya Jumat pagi, mereka akan bertolak ke Cibubur melihat Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur. Kemudian ke Bogor untuk melihat salah satu Gugus Depan, dan simulasi LT. (Albar)