BI Sarankan Naikkan Pajak untuk Kurangi Utang LN

BI Sarankan Naikkan Pajak untuk Kurangi Utang LN
Jakarta, Obsessionnews.com - Bank Indonesia (BI) melakukan pemaparan perkembangan utang luar negeri (ULN) Triwulan II 2016, BI menyampaikan agar pajak dinaikkan. Hal tersebut disampaikan Kepala Departemen Statistisk BI Hendy Sulistiowati pada Triwulan II 2016, ULN terjadi kenaikan namun masih dalam batas aman. "Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan II 2016 mencapai $323,8 miliar, naik $6,9 miliar (2,2 persen) dibandingkan posisi triwulan sebelumnya di $316,9 miliar, ini dipengaruhi kenaikan posisi ULN sektor publik," ungkap Hendy di Gedung BI, Jakarta, Selasa (23/8/2016). Sementara itu pertumbuhan ULN swasta semakin menurun dari -0,5 persen menjadi -3,1 persen (year on year/yoy) Ia menuturkan, cara lebih baik untuk menekan angka utang tersebut adalah dengan menaikkan pajak dan penerimaan. "Lebih bagus menaikkan pajak dan penerimaan bukan pajak kita menambah utang," katanya. Hendy Sulistiowati BI 2 Posisi ULN pada triwulan II 2016 ini didominasi jangka panjang dengan pangsa 87,2 persen, secara pertumbuhan yang melambat dari 8,4 persen menjadi 7,7 persen (yoy). Sedangkan, ULN jangka pendek terjadi penurunan 3,1 persen dari triwulan sebelumnya sebesar 9,1 persen. Hendy mengungkapkan kenaikan angka ULN tersebut belum mengkhawatirkan, ia juga meyakini, permintaan ekspor dari luar akan mulai berdatangan, sehingga membuat swasta membutuhkan tambahan pendanaan untuk ekspansi. "Inikan tidak bersifat permanen, sebab jika bilang angka selalu ada koreksi, ke depan perkiraannya masih lebih baik. Kalau lihat survei-survei dunia usaha pada Kuartal III, industri manufaktur masih akan melakukan ekspansi," tutupnya. (Aprilia Rahapit)