Alumni PTN Se Indonesia Gelar Ketoprak Humor

PEMENTASAN Ketoprak Humor ini adalah merupakan salah satu kegiatan perhimpunan (PIA) dalam menjunjung dan melestarikan budaya Indonesia. Dengan mengutip salah satu ceritasejarah yang pernah terjadi di Nusantara dimana saat itu terjadi ancaman perpecahan akibat pengaruh kekuasaan luar dan minimnya rasa persatuan diantara pemimpin-pemimpin wilayah dapat mengingatkan kita saat ini akan pentingnya semangat persatuan. Alumni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tergabung dalam Perhimpunan Ikatan Alumni PTN se Indonesia (HIMPUNI) menyelenggarakanpagelaran seni Ketoprak Guyonan Campur Tokoh Adhi Budaya dengan tema ‘Menyatukan Kembali Nusantara’. Acara yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2016) malam. “Pementasan Ketoprak ini adalah salah satu bukti akan bakti para alumni PTN dalam melestarikan budaya Indonesia,” ungkap Soelasno Lasmono, selaku Ketua Panitia.
Menurutnya, cerita Ketoprak ini diambil dari Cuplikan kisah Majapahit yang dapat menjadi inspirasi penting bagi Indonesia dalammenjawab tantangan saat ini, yaitu intervensi dari negara-negara asing, terorisme dan gangguan internasional, serta berbagai persoalaninterpretasi tentang nilai-nilai kebangsaan itu sendiri. Cerita yang ditampilkan merupakan salah satu cuplikan roman sejarah Majapahit. Kala itu terjadi ancaman perpecahan akibat pengaruhhasutan kekuasaan luar dan minimnya rasa persatuan diantara pemimpin lokal. Hal inilah yang mengingatkan kita akan pentingnya semangatpersatuan dan kesatuan Bangsa. Cerita ini juga memberikan solusi tentang makna persatuan dalam konteks ke-Indonesiaan kita hari ini, ditengah gempuran modal asing, rayuan negara-negara besar, dan berbagai persoalan mendasar bangsa ini. “Kisah ini juga memberikan semangat bagi seluruh elemen bangsaini untuk tetap mengedepankan persatuan di tengah godaan dengan berbagai hasutan dan permainan issu di media internasional, yang ditelan mentah-mentah oleh berbagai kelompok kepentingan di negeri ini,” jelasnya.
Atas keprihatinan itulah, alumni PTN terpanggil untuk memberikan suatu fragmen dan inspirasi tentang cara menghadapi 3 tantangan sekaligus, yakni Imprealisasi Asing, Gangguan Keamanan dari Mafia kriminalitas luar negeri, dan Kegelisahan sistemik sosial ekonomi politik dalam negeri. Pemain Ketoprak Para pemain pemain ketoprak adalah para tokoh alumni, yang saat ini berprofesi sebagai pejabat, tokoh masyarakat, pengusaha, dosen dan lain-lain. Mereka yang dulu saatmahasiswa merupakan aktivis yang banyak berkiprah di kegiatan kampus kembali merindukan berkegiatan non formal. Semangat dan kepedulian akan budaya bangsa, inilah yang mendorong mereka berkenan tampil dan melestarikan salah satu senibudaya bangsa. Sebanyak 80 orang tokoh yang tampil pada pagelaran ini, diantaranya Ganjar Pranowo-Gubernur Jateng, Djarot Saiful Hidayat- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Dwi Soetjipto-Direktur Utama PT Pertamina, Maryono - Dirut BTN, Sirra Prayuna -Advokat Senior, Budiharto-Dirut PT.Adhi Karya, Fauzi Bahar – Walikota Padang 2004-2009, Dwi Larso – Dosen SBM ITB, Haiban Hadjid (Pengusaha – Ketua Umum Keluarga Alumni Unsoed / KAUNSOED),dan para pimpinan Alumni PTN yang tergabung dalam wadah Himpuni.
“Pagelaran ini benar-benar berguna untuk membangun kesadaran persatuan sebagai satu Bangsa Indonesia. Pagelaran ini pun bertujuanuntuk melestarikan budaya dan juga dalam cerita pertunjukan ini mengajarkan unsur persatuan dengan penghargaan terhadap eksistensilokal,” ujar Aries Mukadi, Sang Sutradara, seniman dari Wayang Orang Bharata. Kisahnya, berawal dari keprihatinan beberapa alumni PTN atas kondisi bangsa dan kompleksitas masalah sosial, ekonomi, politik, perbedaan agama yang ditunggangi kepentingan golongan maupun pribadi, yang berpotensi akan timbulnya gangguan keamanan yang mengarah keperpecahan dan juga keprihatinan atas lunturnya nilai-nilai luhur bangsa Indonesia maka terbentuklah Perhimpunan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia. Perhimpunan ini semata mata berkiprah untukmemberikan manfaat untuk kepentingan bangsa dan almamater dengan mengajak seluruh alumni bersama sama melawan ketidakadilan, ketidak harmonisan, dan menjunjungtinggi nilai nilai luhur bangsa demi mewujudkan Negara kesatuan Indonesia yang toto tentrem kartoraharjo. (Red) [caption id="attachment_145944" align="aligncenter" width="522"]
Ketua Komite I DPD RI Akhmad Muqowam yang juga mantan Ketua Komisi V DPR RI ikut main dalam lakon ketoprak humor di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (21/8) malam. Kini Muqowam jadi Sekjen Alumni Undip.[/caption]
Menurutnya, cerita Ketoprak ini diambil dari Cuplikan kisah Majapahit yang dapat menjadi inspirasi penting bagi Indonesia dalammenjawab tantangan saat ini, yaitu intervensi dari negara-negara asing, terorisme dan gangguan internasional, serta berbagai persoalaninterpretasi tentang nilai-nilai kebangsaan itu sendiri. Cerita yang ditampilkan merupakan salah satu cuplikan roman sejarah Majapahit. Kala itu terjadi ancaman perpecahan akibat pengaruhhasutan kekuasaan luar dan minimnya rasa persatuan diantara pemimpin lokal. Hal inilah yang mengingatkan kita akan pentingnya semangatpersatuan dan kesatuan Bangsa. Cerita ini juga memberikan solusi tentang makna persatuan dalam konteks ke-Indonesiaan kita hari ini, ditengah gempuran modal asing, rayuan negara-negara besar, dan berbagai persoalan mendasar bangsa ini. “Kisah ini juga memberikan semangat bagi seluruh elemen bangsaini untuk tetap mengedepankan persatuan di tengah godaan dengan berbagai hasutan dan permainan issu di media internasional, yang ditelan mentah-mentah oleh berbagai kelompok kepentingan di negeri ini,” jelasnya.
Atas keprihatinan itulah, alumni PTN terpanggil untuk memberikan suatu fragmen dan inspirasi tentang cara menghadapi 3 tantangan sekaligus, yakni Imprealisasi Asing, Gangguan Keamanan dari Mafia kriminalitas luar negeri, dan Kegelisahan sistemik sosial ekonomi politik dalam negeri. Pemain Ketoprak Para pemain pemain ketoprak adalah para tokoh alumni, yang saat ini berprofesi sebagai pejabat, tokoh masyarakat, pengusaha, dosen dan lain-lain. Mereka yang dulu saatmahasiswa merupakan aktivis yang banyak berkiprah di kegiatan kampus kembali merindukan berkegiatan non formal. Semangat dan kepedulian akan budaya bangsa, inilah yang mendorong mereka berkenan tampil dan melestarikan salah satu senibudaya bangsa. Sebanyak 80 orang tokoh yang tampil pada pagelaran ini, diantaranya Ganjar Pranowo-Gubernur Jateng, Djarot Saiful Hidayat- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Dwi Soetjipto-Direktur Utama PT Pertamina, Maryono - Dirut BTN, Sirra Prayuna -Advokat Senior, Budiharto-Dirut PT.Adhi Karya, Fauzi Bahar – Walikota Padang 2004-2009, Dwi Larso – Dosen SBM ITB, Haiban Hadjid (Pengusaha – Ketua Umum Keluarga Alumni Unsoed / KAUNSOED),dan para pimpinan Alumni PTN yang tergabung dalam wadah Himpuni.
“Pagelaran ini benar-benar berguna untuk membangun kesadaran persatuan sebagai satu Bangsa Indonesia. Pagelaran ini pun bertujuanuntuk melestarikan budaya dan juga dalam cerita pertunjukan ini mengajarkan unsur persatuan dengan penghargaan terhadap eksistensilokal,” ujar Aries Mukadi, Sang Sutradara, seniman dari Wayang Orang Bharata. Kisahnya, berawal dari keprihatinan beberapa alumni PTN atas kondisi bangsa dan kompleksitas masalah sosial, ekonomi, politik, perbedaan agama yang ditunggangi kepentingan golongan maupun pribadi, yang berpotensi akan timbulnya gangguan keamanan yang mengarah keperpecahan dan juga keprihatinan atas lunturnya nilai-nilai luhur bangsa Indonesia maka terbentuklah Perhimpunan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia. Perhimpunan ini semata mata berkiprah untukmemberikan manfaat untuk kepentingan bangsa dan almamater dengan mengajak seluruh alumni bersama sama melawan ketidakadilan, ketidak harmonisan, dan menjunjungtinggi nilai nilai luhur bangsa demi mewujudkan Negara kesatuan Indonesia yang toto tentrem kartoraharjo. (Red) [caption id="attachment_145944" align="aligncenter" width="522"]
Ketua Komite I DPD RI Akhmad Muqowam yang juga mantan Ketua Komisi V DPR RI ikut main dalam lakon ketoprak humor di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (21/8) malam. Kini Muqowam jadi Sekjen Alumni Undip.[/caption] 




























