BKKBN dan UNFRA Bahas Remaja Perempuan Indonesia ke Depan

Jakarta, Obsessionnews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerjasama dengan United Nations Population Fund (UNFPA) mengadakan seminar di gedung BKKBN, Senin (22/8/2016). Acara yang bertemakan "Investasi pada Remaja Perempuan di Indonesia” membahas remaja perempuan Indonesia. Perwakilan UNFPA di Indonesia, Dr Annette Sachs Robertson, mengatakan ketika remaja perempuan diberi kesempatan untuk mengakses pendidikan dan kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi, serta menciptakan peluang bagi mereka untuk merealisasikan potensinya. Ini berarti memposisikan mereka untuk mengelola dengan baik masa depan mereka sendiri, keluarga dan masyarakat mereka. "Namun, remaja perempuan di banyak negara berkembang dan di Indonesia masih menghadapi tantangan, seperti perkawinan anak tinggi dan kehamilan remaja yang tinggi yang cenderung mengakibatkan putusnya sekolah mereka,” ujarnya. Sementara berdasarkan Susenas 2015 (BPS 2016), mayoritas (91 persen) dari perempuan yang menikah sebelum usia 18 tidak menyelesaikan sekolah. “Dengan pendidikan yang rendah, mereka cenderung memiliki keterbatasan dalam partisipasi angkatan kerja, dan mempeoleh pendapatan yang layak ", tambah Dr. Robertson. Sementara kepala BKKBN Dr Surya Chandra Surapaty menjelaskan Investasi di bidang kesehatan dan pendidikan remaja perempuan mempunyai dampak yang saling menguntungkan. “Jika remaja perempuan disediakan dengan akses kesehatan termasuk pelayanan kesehatan reproduksi dan perbaikan gizi, mereka dapat baik secara fisik dan mental melanjutkan pendidikan,” kata Surya. Remaja Perempuan di Indonesia dan di seluruh dunia adalah sumber daya utama bagi agenda pembangunan berkelanjutan 2030. Jumlah remaja perempuan di Indonesia, menurut Sensus Penduduk 2010 adalah 21.489.600 atau 18,11% dari jumlah perempuan. Pada 2035, menurut Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 (Bappenas, BPS, dan UNFPA 2013) remaja perempuan akan berjumlah 22.481.900 atau 14,72% dari jumlah perempuan. Meskipun jumlahnya proporsinya sedikit menurun, namun jumlah tersebut masih cukup besar. Seminar ini akan diikuti oleh Festival dan Dengar Pendapat Remaja di Bandung pada Selasa 23 Agustus 2016. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kependudukan Dunia, yang jatuh pada tanggal 11 Juli. (Popi Rahim)





























